18.2 C
New York
Kamis, Oktober 22, 2020

Buy now

KPU Pinjam Tangan Kepolisian, Soal Rekom




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kubu Koalisi Majapahit melalui Ketua Pokja Koalisi Majapahit AH Thony menyatakan bahwa rencana KPU yang akan melakukan uji forensik terhadap surat rekom dari DPP PAN tersebut adalah tindakan yang menunjukkan KPU tidak memiliki legitimate.

Menurut juru bicara Koalisi Majapahit A.H. Thony, dengan melibatkan pihak ketiga yang hanya untuk membedakan berkas yang jelas jelas bisa dilihat dengan mata telanjang itu bukan satu-satunya cara untuk menjadikan langkah dan produk administrasinya memiliki legitimasi.

Justru kangkah itu dapat kita pandang sebagai bentuk ‘pengakuan’ penyelenggara, dimana KPU sudah tidak lagi memiliki rasa percaya diri. Bahwa yang akan dikatakan dan diakukan sudah tidak dipercaya orang lagi,” tandas Thony.

Alumnus UGM ini juga menyoroti sikap KPU Surabaya saat melakukan perbaikan persyaratan utama pasangan calon yang mestinya sudah tidak bisa diganti, dengan diterimanya surat rekomendasi PAN. Ternyata juga melanggar lagi pasal 40 PKPU 9 tahun 2015.

“Sikapnya yang tidak transparan dalam proses menerima perbaikan berkas berupa surat rekomendasi yang dilakukan oleh PAN, juga sudah diingatkan tapi juga tidak ada perubahan,” katanya.

Menurut politisi asal Partai Gerindra ini, harusnya, sesuai UU 8 tahun 2015 pasal 50 ayat 2, batas akhir penyerahan berkas 7 hari setelah pendaftaran ditutup. Pendaftaran pasangan pak Rasio dan pak Abror tgl 11 Agustus, sementara penyerahan rekom asli kan tgl 19 agustus 2015, artinya itu kan sudah lebih 1 hari.

“Dari sikap itu menjadikan tanda tanya. Mungkin KPU ini sebenarnya juga ingin mendapatkan penghargaan-penghargaan dunia sebagai penyelenggara pilkada yang berani nabrak hukum,” sindirnya.

Dengan banyaknya aturan yang dilanggar ini, Koalisi Majapahit minta agar komisioner KPU mundur dari tugasnya untuk digantikan pihak lain yang lebih kredibel.

“Koalisi meminta Komisioner KPU sebaiknya mundur saja. Biar diganti oleh pihak lain yang lebih berkualitas supaya mimpi dapat diwujudkannya pilkada yg  berintegritas itu menjadi sebuah realitas,” ungkapnya

Sedangkan menurut kuasa hukum Koalisi Majapahit, M Sholeh sehubungan dengan rencana membawa rekom tersebut untuk diuji forensik menjadi tanda tanya besar. Untuk apa KPU melakukan hal yang semestinya bisa langsung diputuskan apakah itu TMS atau MS.

“Untuk melihat rekom itu asli atau palsu, identik atau tidak tidak perlu uji forensik. Tukang becak saja bisa mengatakannya. Lalu untuk apa kita ini membayar mahal, 5 orang pintar-pintar yang ujung-ujungnya tidak bisa memutuskan ini,” tegas Sholeh.

Ditandaskan Sholeh, bahwa apa yang akan dilakukan KPU tersebut hanya semata-mata mencari perlindungan serta ‘selamat’ dari apa yang akan diputuskan. KPU sengaja mencari pembenar atau pihak lain yang menyampaikan hasil kepada publik, bukan KPU yang menyampaikannya.

“Jadi istilahnya KPU akan pinjam tangan atau mulut pihak lain dalam hal ini kepolisian, untuk memutuskan berkas itu TMS atau MS. Jadi sekali lagi saya katakan KPU bekerja bukan berdasarkan aturan tapi berdasarkan pesanan dan pesanannya Pilwali harus digelar 9 Desember,” tandas Sholeh dengan nada tinggi. (Edmen Paulus)




Related Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,390PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...

Biaya Bersalin di Surabaya Gratis 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggalakkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Hal ini sebagai upaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil...