KPU Surabaya dan Komisi A Bahas Kemungkinan Calon Tunggal

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya dan Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar pertemuan untuk membahas persiapan pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2015 yang sesaat lagi akan memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon.

Team KPU dalam Hearing dengan Komisi A di Gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (22/7/2015)

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Kota Surabaya, Robiyan Arifin S.H. M.H. menyampaikan informasi mengenai Peraturan KPU Nomor 12 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam peraturan terbaru ini, terdapat sejumlah perubahan terkait syarat pencalonan. Di antaranya adalah syarat pencalonan bagi mantan narapidana, bagi calon yang memiliki kepentingan atau hubungan dengan petahana (incumben), serta syarat pencalonan bagi anggota dewan.

Salah satu poin penting dalam PKPU 12 tahun 2015 yang menjadi pokok pembahasan ini adalah apabila hingga berakhirnya masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah hanya ada satu pasangan calon saja yang mendaftar, maka masa pendaftaran bisa diperpanjang selama tiga hari.

”Namun apabila selama masa perpanjangan waktu tiga hari itu tetap hanya ada satu pasangan yang mendaftar atau setidaknya hanya satu pasangan saja yang memenuhi syarat, maka seluruh tahapan dan pemilihan ditunda hingga pemilihan serentak berikutnya atau tahun 2017,” urai Robiyan Arifin, dalam Hearing di gedung DPRD Kota Surabaya, Rabu (22/7/2015).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono berharap agar di masa pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya yang akan berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2015, tidak hanya satu pasangan calon saja yang mendaftar.

”Bila hanya satu pasangan calon saja yang mendaftar, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan implikasi buruk untuk semua pihak, termasuk untuk KPU,” terang Adi.

Selain mengenai calon tunggal, Komisi A juga menanyakan mengenai perkembangan pemutakhiran daftar pemilih yang dilaksanakan oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP).

”Bagaimana masyarakat dapat memantau dan memberikan masukan dalam proses pemutakhiran daftar pemilih?” ucap Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Minun Latief.

Menanggapi hal ini, Robiyan menjelaskan bahwa masyarakat dapat melihat apakah diri dan keluarganya sudah terdaftar sebagai pemilih Pilwali Surabaya 2015 dengan mengecek di papan pengumuman yang ada di kelurahan dan website www.kpu-surabayakota.go.id.

”Selain itu, data pemilih juga dapat dipantau melalui aplikasi android yang dapat di-download di playstore dengan kata kunci KPU Kota Surabaya,” jelas Robiyan.

Sementara untuk memberikan masukan apabila ada pemilih yang belum terdaftar atau pemilih yang tidak memenuhi syarat dapat dilakukan dengan mengirimkan email ke [email protected]

”Bisa juga memberikan masukan melalui PPS, facebook KPU Kota Surabaya, dan twitter @KPU_Surabaya,” papar Robiyan. (Edmen Paulus)

Leave a Reply