Masa Kampanye Belum Mulai, Kedua Pasangan Calon Curi Start

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Meskipun masa kampanye pemilukada Surabaya baru akan dimulai pada 27 September mendatang, dalam Rapat Pleno Terbuka, Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya Pilwali 2015 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Surabaya, Jumat (25/9/2015), suasana kampanye mulai terjadi.

Kedua pasangan calon walikota dan wakil walikota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memamerkan atribut dan slogan (tagline) masing-masing.

Pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari yang dalam pengundian mendapat nomor urut 1, mengenalkan slogan berbahasa Jawa Suroboyoan “mBangun Suroboyo teko Pinggiran” atau membangun Surabaya dari Pinggiran.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Rasiyo-Lucy Agung Nugroho, slogan ini dipilih sebagai bentuk penjabaran visi, misi serta program yang ditawarkan pasangan Rasiyo-Lucy. Menurutnya, pihak Rasiyo-Lucy beranggapan, pembangunan Surabaya hari ini masih terkonsentrasi di pusat kota.

“Karena itu kita akan bangun Surabaya dari pinggir, agar seluruh warga Surabaya merasakan nikamtnya kue pembangunan Surabaya. Kita ingin memeratakan pembangunan,” ujar  Agung, selepas penundian dan penetapan nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota, Jumat (25/9/2015).

Sementara para pendukung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang dalam pengundian mendapatkan nomor urut 2, mengenalkan slogan berbahasa Inggris “Risma-Whisnu: Now and Then”.

Juru Bicara Tim Pemenangan Risma-Whisnu Didik Prasetyo mengatakan, slogan ini diambil untuk menggambarkan bahwa warga Surabaya menginginkan Risma-Whisnu memimpin Surabaya, baik sekarang maupun nanti.

“Slogan ini memang tidak terlepas dari status pasangan Risma-Whisnu sebagai petahana,” terangnya.

Lebih jauh Didik menjelaskan, untuk model kampanye Risma-Whisnu nantinya tidak akan menggunakan baliho atau spanduk seperti kampanye pada umumnya.

“Kami lebih memilih untuk melibatkan ide-ide terbuka dari public, baik lewat sosial media maupun gerakan kelompok yang bebas,” ujar Didik. (Edmen Paulus)

Leave a Reply