Muncul Wacana Usung Pasangan Wisnu-Adies

SURABAYA Acara dialog kebangsaan yang diselenggarakan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Surabaya di gedung KONI Jatim memunculkan wacana duet Wisnu Sakti Buana dan Adies Kadir. Yaitu Wisnu diposisi Bacawali sementara Adies di posisi Bacawawali.

Wishnu Sakti Buana dan Adies Kadir

Kebetulan saat itu Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana yang juga ketua DPC PDIP Surabaya tampil bareng dalam acara Dikusi Nasional yang diselenggarakan MKGR Surabaya dengan Adies Kadir, anggota Komisi III DPR RI. Keduanya menjadi nara sumber dalam diskusi yang mengambil tema “Peran empat pilar ditengah carut marutnya kepemimpinan nasional.

Syaiful salah satu pengurus GEMA MKGR Jatim sebagai moderator mengawali diskusi, bahwa Wisnu dan Adies dikatakan tampak serasi duduk bersama.
“Kalau sudah duduk berdampingan seperti ini, rasangan sudah pas dan serasi sebagai pasangan Bacakada di Surabaya,” ujarnya, kemarin. (7/6/2015).

Saat itu Adies Kadir sebagai pembicara sempat menceritakan soal penggantian dirinya sebagai ketua DPD Golkar Surabaya yang saat ini di jabat oleh Plt. Jika dirinya lebih memilih untuk menduduki posisi wakil Sekjen DPP Golkar hasil kongres Bali versi ARB, agar masyarakat bisa merasakan kepemimpinan yang lain.

“Tidak benar jika ada isue macam macam tentang saya, karena sampai saat ini saya masih anggota komisi III dan Banleg di DPR-RI. Meskipun akhirnya saya diminta lagi untuk memimpin Surabaya setelah di Plt kan, saya memilih posisi di DPP saja,” kata Adies Kadir.

Adies juga menyebut Wisnu Sakti Bu sebagai sosok pemimpin yang di cintai masyarakat. Karena terbukti telah terpilih menjadi ketua DPC untuk yang kedua kalinya, dan sudah waktunya menduduki kursi Walikota Surabaya.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Surabaya ini juga mengajak kepada masyarakat untuk memikirkan pemimpin di Surabaya, dengan memunculkan sosok yang cocok, pas dan teruji seperti WS.

Sementara Wisnu Sakti Buana mengatakan jika dirinya sekarang ini belum sempat berfikir soal Pilkada maupun rekom.

Sedangkan Ketua MKGR Surabaya Arif Fathoni menyebutkan penjaringan untuk sosok pemimpin itu tidak sama dengan acara Idol yang bisa memasukkan siapa saja yang mendaftarkan diri.

“Kami akan mendukung sepenuhnya pasangan Wisnu-Adies, karena memilih sosok pemimpin itu tidak bisa dengan cara penjaringan. Lebih mirip Idol seperti yang dilakukan sekarang ini, sehingga terkesan bebas memasukkan sosok dari luar partai,” kata Arif Fathoni. (red)

Leave a Reply