Panwas Larang Risma Hadiri Kuliah Umum di UnMuh Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Anggota Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kota Surabaya, M Safwan, mengakui telah berkoordinasi dengan Panwascam Kecamatan Mulyorejo dan pihak kepolisian untuk membubarkan agenda kehadiran Tri Rismaharini, di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS).

Menurut Safwan, upaya itu dilakukan sebagai pencegahan terhadap agenda kehadiran Risma yang ditengarai akan melakukan kegiatan kampanye di kampus tersebut.

“Mahasiswa kami anggap melakukan kegiatan, yang mengarahkan dukungan terhadap salah satu calon. Selain itu, mereka bukan bagian tim kampanye yang terdaftar resmi,” katanya.

Menurutnya, pelarangan kegiatan yang akan dilakukan di tempat ibadah, pendidikan, yang disinyalir bisa menjadi ajang kampanye, jelas tidak diperkenankan. Dan ini sesuai isi pasal 66 huruf C PKPU Nomor 7 Tahun 2015. Karena itu pihaknya melakukan antisipasi.

“Jika paslon nekat melakukannya, maka seluruh kekuatan Panwascam se-Surabaya akan dikerahkan. Aturan itu kan sudah melekat sejak tiga hari ditetapkan sebagai pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota,” jelas Safwan.

Sementara itu, menanggapi pertanyaan bahwa Risma hanya diundang sebagai keynote speaker dalam kuliah umum, dan adanya penyiagaan yang dilakukan Panwas yang membuat Risma membatalkan undangan tersebut, Safwan menanggapi singkat.

”Iya tidak jadi datang. Tapi kami kan jaga-jaga saja,” ungkapnya.

Pernyataan Safwan ini dinilai bertolak belakang dengan agenda pasangan Calon Wali Kota Rasiyo, di SMA PGRI 13 Surabaya, September lalu. Dimana calon tersebut terang-terangan mengundang guru dan siswa, untuk hadir sebagai pembicara menyoal pendidikan di dalam ruang kelas.

Namun, saat itu tidak ada satu teguran maupun penjagaan dari Panwascam setempat. Khususnya, Panwaslih Kota Surabaya.

”Iya sebenarnya apapun lokasi yang tidak diperkenankan, melanggar aturan. Namun, intinya tidak boleh berkampanye di tempat yang sudah ditegaskan dalam aturan,” kata Safwan. (Mc/Ep)

Leave a Reply