12.1 C
New York
Kamis, November 26, 2020

Buy now

PDIP Muncul Sendiri, 6 Parpol Siap Bentuk Koalisi Besar




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Munculnya wacana aklamasi dalam pemilukada 2015 mendatang yang disampaikan PDIP karena PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri dinilai melangar peraturan perundangan. Bahkan dianggap bisa mencederai prinsip demokrasi di Surabaya.

Wakil Ketua DPC PKB Surabaya Satuham
Merespon hal ini, 6 Partai Politik (PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS dan PAN) yang memiliki perwakilan di DPRD Surabaya siap berkoalisi dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya 2015.

Seperti dikemukakan Wakil Ketua DPC PKB Surabaya Satuham, keenam parpol ini melakukan pertemuan dan koordinasi untuk koalisi untuk mengusung calon walikota Surabaya dalam pilkada desember mendatang.

“Kenapa kami harus koalisi ? Karena berdasarkan suara, kami tidak bias memberangkatkan dan mengusung calon sendiri. Oleh karena itu kami harus melakukan koalisi,” ungkap politisi dari PKB ini, Kamis (25/6/2015).

Satuham mengakui dalam pertemuan tersebut, pihaknya sepertinya ‘dipaksa’ untuk membentuk koalisi baru guna menandingi pasangan yang diusung PDIP, karena kabarnya PDIP merekom Risma dan Whisnu Sakti, yang notabene semuanya adalah kader PDIP sendiri.

“Terus kalau semua dari PDIP, yang lainya mau dikemanakan ? ” jelasnya.

Meski belum mengusulkan bakal calon yang diusung serta kriterianya seperti apa bakal calon itu nanti, Staf Ahli Fraksi PKB ini mengatakan, pihaknya akan melakukan penjaringan bersama.

Namun demikian, nama yang diusulkan kemungkinan tak jauh dari nama-nama yang selama ini mencalonkan di beberapa partai politik.

“Yang jelas, kami akan mengambil nama-nam yang yang sudah daftar di partai. Apalagi pendaftaran di partai kan sudah tutup,” katanya.

Disisi lain, menanggapi terbentuknya koalisi enam parpol ini, Ketua Bappilu DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwiyonno menilai, hal itu merupakan suatu keniscayaan, diamana adanya ikhtiar enam parpol yang siap bersaing dengan PDIP dalam Pemilukada Surabaya 2015 nanti karena demokrasi saat ini adalah demokrasi voting yang lebih menghargai adanya kompetisi.

“Sedangkan PDIP mengedepankan azas musyawarah mufakat sepertiyang dirumuskan founding fathers bangsa Indonesia. Demokrasi kita memang lebih menghargai voting, sementara PDIP berpijak pada azas musyawarah mufakat,” ujar Adi.

Alumnus FISIP Unair ini mengakui, azas musyawarah mufakat tidak diatur dalam undang-undang pilkada. Oleh karena itu ia menilai ketidaksempurnaan undang-undang tersebut hanya memberi ruang terselenggaranya demokrasi voting, dan tidak memberi opsi secara prosedural azas musyawarah mufakat itu.

“Apabila rakyat tidak menyukai kompetisi tetapi perangkat undang-undang memaksa rakyat untuk berkompetisi, ya mau bagaimana lagi ?” terangnya. (Edmen Paulus)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,454PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...