21.1 C
New York
Jumat, Juli 30, 2021

Buy now

Pendaftaran Rasiyo-Abror Pastikan Risma-Whisnu Punya Penantang ?




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pasangan Rasiyo-Dhimam Abror yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN) akhirnya mendaftarkan diri di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Surabaya, Jawa Timur, Selasa sore (11/8/2015).

Pendaftaran di menit-menit terakhir batas waktu pendaftaran yang di tentukan KPU ini membuat pilwali Surabaya dipastikan akan digelar tanggal 9 Desember 2015 mendatang.

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Rasiyo-Dhimam Abror sewaktu mendaftarkan diri di KPU Surabaya, Selasa (11/8/2015)
Namun ini belum final, karena ada persyaratan mutlak yang wajib diserahkan ke KPU, belum dilakukan oleh pasangan calon Rasiyo-Abror, yaitu suret rekomendasi pencalonan dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Namun karena diyakinkan bahwa surat rekom tersebut sudah ada, maka pihak KPU bisa menerima pendaftaran ini. Dan KPU Surabaya seperti dikemukakan Robiyan Arifin selaku Ketua KPU Surabaya, pihaknya mengesahkan pasangan Rasiyo-Abror sebagai peserta Pilwali Surabaya yang akan bertanding melawan Risma-Whisnu.

“Pendaftaran sudah selesai, selanjutnya kita akan lakukan serah terima kepada pasangan calon yang mendaftar hari ini,” ucap Robiyan usai menerima berkas pendaftaran Pasangan calon Rasiyo-Abror di kantor KPU, Selasa (11/8/2015).

Dikatakan Robiyan, KPU tetap berpegang pada prinsip melindungi hak warga negara untuk mencalonkan diri. Karena itu meski rekomendasi dari DPP PAN untuk Abror belum di terima, pihak KPU sudah resmi menetapkan pasangan Rasiyo-Abror sebagai peserta Pilkada 9 Desember mendatang.

“Memang rekomendasi dikirim melalui faks. Dan kita akan tunggu sampai yang asli kita terima sampai batas waktu verifikasi pasangan calon. Ini hanya masalah teknis saja,” terangnya.

Robiyan juga mengakui bahwa segala kemungkinan masih bisa saja terjadi. Tapi menurutnya, kita harus yakin bahwa semuanya akan berjalan lancar.

Namun dikatakan Ketua Panwaslu Kota Surabaya, Wahyu Hariadi, sesuai dengan regulasi, seharusnya rekomendasi parpol berbentuk surat asli dengan tanda tangan Ketua dan Sekretaris DPP dengan stempel basah.

“Yang saya katakan ini sesuai regulasi lho ya. Harus asli berikut kelengkapannya termasuk stempel basah. Kalau tidak ada ya tidak bisa. Dan diberi waktu sampai pukul 00.00 WIB untuk mengganti,” tegas di Kantor KPU Kota Surabaya.

Wahyu juga mengatakan, jika sampai masa batas waktu dokumen (rekomendasi) yang ‘asli’ tidak diserahkan, maka dinyatakan gugur.
“Sampai saat ini anggota kita, masih melakukan verifikasi. Kita lihat saja nanti,” kata Wahyu.

Sementara itu, Komisioner KPU Surabaya divisi Hukum, Purnomo Satriyo menegaskan bahwa rekomendasi tersebut memang menjadi persyaratan utama. Namun pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan KPU RI bahwa berkas tersebut bisa diterima menunggu sampai batas waktu verifikasi selama lima hari.

“Hasil komunikasi dengan KPU RI, diterima berkasnya sampai masa verifikasi. Kalau sampai batas waktu tidak ada maka dinyatakan gugur,” kata Satriyo.

Diketahui, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015 Pasal 42 ayat 1, poin (a) dan (b) menyetakan harus melampirkan “Dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon beserta lampirannya”.

Sedangkan Pasal 42 ayat 2 dan 3 disebutkan bahwa dokumen harus dibubuhi tandatangan asli/basah dan cap basah dari partai politik.
Jadi, apakah pilwali Surabaya akan benar-benar bias dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang ? Kita masih harus sabar menunggu !!! (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,995FansSuka
2,878PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles