14 C
New York
Kamis, Desember 8, 2022

Buy now

Peringati Hari Santri, Wasid Mansyur Terbitkan Buku

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Moment hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober lalu menjadi momentum untuk menyadarkan masyarakat tentang besarnya peran santri dalam memperjuangkan kemerdakan bangsa Indonesia. Hal itulah yang juga ingin disampaikan oleh Wasid Mansyur, lewat bukunya biografi Kiai Ahmad Dahlan. Buku tersebut dilanching di Maqha UIN Sunan Ampel Surabaya (29/10/2015)

Wasid Mansyur mengatakan sebenarnya buku ini hendak ditujukan pada Muktamar NU bulan agustus lalu. Namun dikarenakan terkendala penerbit yang begitu ramai sehingga harus menunggu waktu cukup lama. Hingga akhirnya buku ini terbit bertepatan pada momentum hari Santri Nasional saat ini.

Suasana Launching buku Kiai Ahmad Dahlan di UINSA Surabaya
“Yang melatarbelakangi saya untuk menulis buku ini adalah semangat menulis dan ingin belajar dari para sesepuh NU,” kata Wasid Mansyur saat menyampaikan diskusi kemarin.

Menurutnya alasan untuk menulis biografi KH. Ahmad Dahlan tidak lain adalah karena Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh yang jarang sekali diulas. Padahal perjalan beliau dalam menyebarkan agama islam serta memperjuangkan bangsa Indonesia sangat besar. Bahkan terdapat banyak pelajaran hidup yang dapat dari sosok Ahmad Dahlan tersebut.

“Ini merupakan buku satu-satunya yang isinya tentang biografi KH. Ahmad Dahlan, kalaupun ada hanya tulisan beberapa lembar saja”, ujarnya.

Dengan terbitnya buku tersebut, Alumnus Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya tersebut berharap agar diterbitkannya buku ini bisa membuat anak muda untuk belajar kepada para pendiri serta tokoh-tokoh NU lainnya dan juga agar anak muda tidak hanya belajar dengan mencarinya melalui media sosial saja

Launchingnya buku ini juga mendapat komentar positif dari mahasiswa UINSA, salah satunya adalah Zaini selaku ketua panitia acara tersebut. Menurutnya buku tersebut cukup menarik dan sangat berpengaruh kepada kaum muda

“Saya yakin dengan diadakannya acara seperti ini, teman-teman akan terbuka wawasannya bahwa masih banyak tokoh NU yang masih belum kita ketahui hingga saat ini. Terutama tokoh-tokoh yang pernah membesarkan NU itu sendiri”, ucapnya.

Sementara itu, tanggapan lain juga dating dari Masdar Himly, yang tidak lain adalah komentator dalam launching buku tersebut. Menurtut Hilmy dirinya sempat terjebak oleh judul buku tersebut, lantaran dirinya sempat terbersit bahwa buku biografi KH. Ahmad Dahlan ini bercerita tentang sorang tokoh Muhammadiyah.

“Ternyata ini KH Ahmad Dahlan yang merupakan wakil Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU) pada masa KH. Hasyim Asyari”, ujarnya.

Menurutnya, diterbitkannya buku ini akan membimbing kesadaran bagi masyarakat secara kolektif untuk bisa terus mengikuti arus keilmuan hingga masa mendatang.

“Untuk itu diterbitkannya buku ini harus kita rayakan, harus kita dukung, harus kita support, supaya yang lain-lain juga bergairah dan bisa menginspirasi semua orang”, ujarnya(KS3/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,603PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles