Persoalan Identitas dan Surat Tidak Pailit yang dikelurkan Pengadilan Niaga, Bisa Jadi Batu Sandungan Lucy

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Bakal calon wakil walikota Lucy Kurniasari bisa jadi akan menjadi kendala dalam proses verifikasi berkas-berkan pasangan calon penantang Risma-Whisnu karena ada perbedaan nama dalam surat pengganti ijasahnya.

Hal ini dipersoalkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya yang menemukan fakta bahwa identitas milik Lucy Kurniasari, berbeda dari surat pengganti ijazah SMAN 5 dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Pada ijazah SMAN 5 tertulis nama Lucie Kurniasari sedangkan di KTP Lucy Kurniasari,” kata Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariyadi di Surabaya, Selasa (8/9/2015).

Berdasarkan surat pengganti ijazah yang dikeluarkan SMAN 5 Surabaya Nomor 421.7/500/436.5.6.1.205/2015, tertanggal 8 September 2015 menyebutkan, Lucie Kurniasari merupakan lulusan SMA 5 pada Tahun 1986 dengan Nomor Ijazah 04 OC oh 0513753.

“Ini kasusnya sama dengan bakal Cawawali Dhimam Abror yang tempat tanggal lahirnya berbeda antara yang di akta kelahiran dengan ijazahnya,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, hal itu akan ditindaklanjuti oleh KPU Surabaya pada penelitian pada 11-17 September mendatang.

“Tentunya ada verifikasi faktual pada masa perbaikan. Jika ada yang tidak memenuhi syarat ya persoalannya akan lain,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, pendaftaran pasangan calon Rasiyo-Lucy yang diusung Demokrat dan PAN secara tata cara pendaftaran sudah memenuhi aturan. Karena dalam proses administratif pencalonan ada dua kelompok, yakni persyaratan pasangan calon yang ditunjukkan dengan adanya surat rekomendasi partai yang disertai stempel dan tanda tangan basah.

“Kalau yang ini sudah ada, bahkan Ketua Umum DPP PAN sendiri ikut hadir dan menyatakan rekomendasi itu asli,” ujarnya.

Sedangkan untuk persyaratan calon khususnya yang menyangkut pribadi seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Pajak dan surat tanda bukti tidak punya tunggakan pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara, surat tidak pailit yang dikeluarkan Pengadilan Niaga.

Wahyu mengatakan persyaratan calon inilah yang membuat bakal Cawawali Surabaya Dhimam Abror pada saat pendaftaran kedua di KPU Surabaya beberapa waktu lalu sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Lalu, apakah untuk persyaratan cawawali Lucy yang belum dimiliki sepertio surat tidak pailit yang dikelurkan Pengadilan Niaga yang saat ini masih dalam proses pengurusan bisa keluar dan diterima sebelum penetapan calon ? Ini yang bisa menjadi ganjalan dari pasangan calon wakil walikota Surabaya itu.

Menyitir perkataan Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin, syarat pencalonan pasangan bakal cawali-cawawali Surabaya Rasiyo-Lucy untuk sementara sudah memenuhi semua persyaratan.

“Selanjutnya yang perlu dipenuhi oleh cawawali bu Lucy adalah tes kesehatan, sementara Rasiyo sudah dites saat masih dipasangkan bersama Dhimam Abror. Dan dalam waktu dekat akan ada surat pengantar agar melakukan tes kesehatan di RSUD Soetomo,” katanya.

Sementara itu, cawawali Surabaya Lucy mengatakan berdasarkan pengalaman sebelumnya, dalam waku tiga hari bisa menyelesaikan semua persyaratan yang belum beres. (Edmen Paulus)

Leave a Reply