Rencana Bawa Rekom ke Polda, KPU Dapat Kecaman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Wacana KPU untuk membawa rekom pasangan calon Rasiyo-Dhimam Abror dari DPP PAN yang maju dalam Pilwali Surabaya untuk diuji forensik ke Polda Jatim terus menuai kecaman. Rencana tersebut dinilai terlaku berlebihan, tidak prosedural serta tidak sesuai regulasi.

Setelah sebelumnya kecaman dan kritik dilontarkan oleh kalangan parpol. Baik dari parpol pengusung pasangan Rasiyo-Dhimam Abror dan dari partai pengusung incumbent PDIP, kali ini nada sinis dan juga kecaman disampaikan oleh Cawali Rasiyo serta dari pihak Koalisi Majapahit sehubungan dengan planning KPU yang akan membawa surat rekom dati partai berlambang matahari terbit ke instansi kepolisian.

Dikatakan Rasiyo, pihaknya sangat menyayangkan rencana serta wacana yang dilakukan KPU terkait keabsahan rekom dari DPP PAN tersebut. Mestinya KPU tidak perlu susah-susah menggandeng lebih dulu pihak ketiga untuk mencari tahu kebenaran serta keabsahan dari surat itu.

“Mengapa harus ke Polda atau kepolisian untuk uji forensik. Saya yakin kepolisian sendiri juga akan bingung terkait apa yang harus dilakukan. Mestinya KPU cukup konfirmasi ke pihak yang mengeluarkan rekom tersebut. Itu saja khan sudah beres,” tandas Rasiyo.

Mantan Sekdaprov Jatim ini menuturkan harusnya KPU memilih langkah atau upaya lebih dulu mengkonfirmasi atau cross cek ke DPP PAN. Upaya cross cek bisa dilakukan dengan jalan datang langsung ke Jakarta atau via telepon.

“Kalau pihak DPP PAN mengatakan dan meyakinkan kalau rekom itu asli ke KPU ya sudah. Tidak perlu harus melambung ke Polda,” paparnya.

Ditanya apakah wacana KPU yang akan menguji lab-kan surat rekom tersebut karena ingin pinjam tangan atau istilah ‘nabok nyilih tangan’ polisi untuk menyatakan bahwa surat rekom itu TMS (Tidak Memenuhi  Syarat) atau MS (Memenuhi Syarat) karena tidak ingin nantinya ‘disalahkan’ publik ketika saat penetapan ?

Rasiyo menyatakan pihaknya berharap kepada KPU menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan serta regulasi yang ada. “Jadi KPU bekerja sajakah sesuai dengan PKPU serta aturan yang ada,” tandas Rasiyo. (Edmen Paulus)

Leave a Reply