Risma – Whisnu Rubah Kampanye Akbar Jadi Blusukan

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Jatah kampanye akbar pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, Minggu (22/11/2015) tak dimanfaatkan. Langkah dioptimalisasi cawali-cawawali nomor urut dua itu dilakukan dengan memperbanyak pertemuan bersama warga.

Whisnu memilih mengunjungi undangan warga di kawasan Surabaya Timur.

Pasangan petahana yang kembali diusung PDIP ini membagi wilayah blusukan. Risma mengunjungi warga di kampung-kampung kawasan Surabaya Barat, seperti menyapa warga Lidah, Tandes dan beberapa perkampungan lainnya. Sedang Whisnu memilih mengunjungi undangan warga di kawasan Surabaya Timur.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang sejak Sabtu malam sudah ada di Surabaya, menyempatkan diri mendampingi Whisnu di acara jalan sehat di kampung Sidosermo Gg IV. Tampak hadir Ir Armuji, Ketua DPRD Kota Surabaya yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim.

Menurut Whisnu, blusukan kampung yang makin diintensifkan ini terus dilakukan hingga memasuki masa akhir kampanye.

“Kita akan lebih banyak menyapa warga, lebih banyak mendengar keluhan, keinginan, harapan mereka secara langsung,” terang Whisnu saat di Sidosermo, Minggu (22/11/2015).

Dia mengakui, model kampanye langsung bertemu warga lebih mengena pada sasaran ketimbang mengumpulkan massa di satu titik. Dengan bertatap muka langsung dengan warga, aspirasi mereka bisa langsung disampaikan, dan akan menjadi ‘PR’ bagi Risma-Whisnu saat memimpin Surabaya nanti.

“Saat berdialog, kita juga bisa langsung menyampaikan visi-misi lima tahun ke depan. Soal bagaimana menata dan membangun Surabaya yang lebih baik daripada sebelumnya. Di sisi lain, warga bisa menyampaikan uneg-uneg, dan bisa lebih mengenal calon pemimpinnya,” urai alumnus SMA Negeri 9 Surabaya ini.

Sementara, Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah yang diambil pasangan Risma-Whisnu dalam berkampanye di Pilkada Surabaya. Menurut Hasto, kampanye dialog langsung dengan masyarakat nilainya lebih penting bagi calon pemimpin dari PDI Perjuangan, yang memang harus tahu langsung persoalan yang terjadi di bawah.

“Sudah bukan zamannya lagi kampanye pengerahan massa, karena kita tidak akan bisa memahami persoalan rakyat,” kata Hasto.

Di internal partai, tambah Hasto, aktivitas blusukan juga bisa jadi momentum penting untuk menggerakkan dan mengonsolidasikan mesin partai di tingkat terbawah. Mulai anak ranting (tingkat RW), ranting (kelurahan), PAC (kecamatan).

“Menjaga kesolidan jajaran pengurus dan struktur tim pemenangan sampai tingkat bawah, bisa menjadi tolak ukur dalam upaya mengantarkan kembali pasangan Risma-Whisnu memimpin Kota Pahlawan,” jelas Hasto.

Kemenangan Risma-Whisnu yang sudah di depan mata ini, diharapkan juga diikuti kemenangan pasangan kepala daerah sekitar Surabaya, yakni Gresik dan Sidoarjo, yang diusung PDIP. Dengan demikian, nantinya konsep ekonomi kerakyatan bisa dikembangkan lebih maksimal.

“Pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dan menjadi kepala daerah di tiga wilayah ini, nantinya bisa berkoordinasi terkait konsep pembangunan yang pro-rakyat,” tutur Hasto. (Ep)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights