Risma Dapat Kejutan Kue Ultah di Kampung Cuncum

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat kejutan kue ulang tahun saat blusukan sambang warga Kelurahan Embong Kaliasin, Genteng, Jumat (20/11/2015). Kejutan itu dilakukan warga kampung di samping Tunjungan Plaza ini, untuk  merayakan ulang tahun ke-54 Risma.

Risma mendapat hadiah kejutan dari warga

Vivi, seorang warga Embong Kaliasin mengungkapkan, kejutan ulang tahun tersebut direncanakan sebagai ungkapan rasa terima kasih warga atas kepedulian Risma pada kampungnya.

“Ini bentuk terima kasih warga, karena selama ini Bu Risma telah peduli pada kami,” ucap Vivi.

Dia mengaku, perayaan ulang tahun sekaligus pertemuan dengan calon wali kota yang diusung PDIP ini, dibiayai warga sendiri, dibantu para relawan pasangan calon wali kota-wakil wali kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana,

Sementara itu, Tri Rismaharini tak menyangka bakal mendapat kejutan tersebut. Dia memiliki pengalaman tak terlupakan dengan Kampung Kaliasin yang dikenal dengan sebutan Kampung Cuncum itu, karena sebagian warganya adalah pembuat kue cuncum.

“Sebenarnya sudah lama warga Kampung Cuncum minta saya datang ke sini. Tapi sungguh, saya nggak mengira tiba-tiba ada acara ini (kejutan ultah),” ujar Risma.

Dia mengungkapkan kebanggaannya dengan kemajuan yang terjadi di Kampung Cuncum. Saat pertama kali berkunjung di tahun 2010 yang saat itu juga menjelang Pilwali Surabaya, ungkapnya, kondisi Kampung Cuncum agak memprihatinkan. Selain banyak rumah warga yang kurang layak, suasana kampung juga terlihat kumuh. Padahal, letaknya berada di pusat kota Surabaya.

“Saya sempat down. Saat itu sempat mikir, apa saya bisa membantu mengangkat kesejahteraan warga kampung ini,” katanya.

Untuk membangkitkan perekonomian warga, Risma yang kala itu menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (bapeko) berupaya mencarikan akses bahan baku dan pemasaran bagi warga Embong Kaliasin yang sebagian  besar berwirausaha membuat Kue Cuncum.

“Saya akseskan ke produsen telur, kemudian kita hubungkan ke pasarnya,” terang Risma.

Setelah mendapatkan sejumlah akses tersebut, bisnis Kue Cuncum terus mengalami peningkatan. Jajanan tradisional yang semula harganya berkisar Rp 750 per biji, sekarang naik menjadi Rp. 1.500.

Risma berharap, warga Embong Kaliasin yang berwirausaha kue Cuncum dan jajanan lainnya terus meningkatkan kualitasnya agar bisa bersaing dengan produsen lainnya.

“Untuk rasa, perform kue harus terus ditingkatkan, karena nantinya persaingannya bukan hanya di daerah sekitar sini saja. Tapi dengan orang luar,” ujarnya.

Risma menambahkan, keberadaan kampung kue di Kota Pahlawan tidak hanya di Kaliasin, namun juga di beberapa kawasan lainnya, seperti di Keputran dan Rungkut. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dengan cara membuat program Satu Kampung Satu Produk ini telah lama dilaksanakan.

Risma mendapat hadiah kejutan dari warga

Orientasinya, selain untuk memenuhi kebutuhan di wilayah sekitar, juga meningkatkan perekonomian keluarga.

“Bukan hanya kuliner. Satu kampung satu produk itu bisa usaha lain. Seperti batik celup maupun yang lain,” terang Risma.

Dia berharap dalam menghadapi pasar bebas seperti masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) mendatang, warga Surabaya mendapatkan akses dari kemajuan yang ada.

“Jika mereka tak mendapatkan akses, nggak ada gunanya pembangunan,” tuturnya. (mc/Ep)

Leave a Reply