Risma Diisukan Jadi Tersangka, Whisnu Anggap Upaya Politik Membabi Buta

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Calon Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana buka suara terkait isu penetapan Tri Rismaharini sebagai tersangka sebagai black campaign jahat yang sengaja ingin menjatuhkan popularitasnya.

Dirinya menilai isu penetapan tersangka tersebut merupakan upaya membabi buta dengan memolitisir SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) dari Polda Jatim.

Cawawali Whisnu Sakti Buana bersama para pendukungnya.

“Ini memolitisir SPDP,” tegas Whisnu, di sela rapat pemantapan saksi Tim Pemenangan Risma-Whisnu di Gedung Wanita, Kalibokor, Jumat (23/10) malam.

Isu itu dianggap merupakan rekayasa politik, di tengah popularitas pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang terus meningkat.

“Hasil survey internal kemarin, elektabilitas kita sudah 87 persen. Sekarang mungkin sudah mencapai 90 persen,” kata putra mantan Sekjen DPP PDIP, almarhum Ir Soetjipto itu.

Politisi yang juga mantan wakil ketua DPRD Surabaya itu pihaknya masih melihat pelaksanaan Pilkada 9 Desember sebagai hal yang harus diselesaikan.

“Kita melihat Bu Risma jauh dari masalah korupsi dan sebagainya. Ya pastilah, ini, saya melihat ini sebagai black campaign yang sangat kejam dalam proses politik,” katanya.

Pihaknya sangat yakin, SPDP itu bukan masalah apa-apa dan sangat aneh jika diblow-up besar-besaran. “Jika di tengah-tengah proses perhelatan Pilkada seperti ini, tiba-tiba muncul proses, muncul penyidikan seperti ini, harus diblow-up seperti ini. Di mana-mana, proses seperti ini harus ditahan sampai pilkada selesai. Itu untuk menjaga netralitas dan sebagainya,” tegasnya.

Whisnu berharap, kepolisian dan kejaksaan turut menjaga netralitas pada Pilkada Surabaya. “Kita yakin Bu Risma gak salah,” terang Whisnu.

Seperti diketahui, ada kabar yang berembus, Tri Rismaharini menjadi tersangka tentang penyalahgunaan wewenang yang dilakukan pejabat terkait pemindahan tempat penampungan sementara (TPS) pedagang Pasar Turi. Informasinya, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur telah menerima SPDP dari Polda Jatim. (Ks/red)

Leave a Reply