13.8 C
New York
Minggu, Desember 4, 2022

Buy now

Risma-Whisnu Tampung Usulan Warga soal Penataan Taman Kota

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Cawawali Whisnu Sakti Buana mengapresiasi kalangan anak muda yang memanfaatkan taman-taman kota untuk kegiatan positif. Dan bersama Cawali Tri Rismaharini, Whisnu menampung aspirasi mereka soal bagaimana konsep penataan taman agar makin bermanfaat bagi warga kota.

Saat dipercaya kembali memimpin Surabaya, kata Whisnu, Pemkot akan mengundang komunitas-komunitas yang selama ini menggunakan fasilitas taman kota untuk beraktivitas.

“Mau seperti apa sih, konsep tema taman yang diinginkan,” kata Whisnu, Minggu (29/11/2015).

Whisnu saat mendengar aspirasi kelompok olahraga kalistenik yang tergabung dalam Komunitas Draconian Surabaya (KDS), di Taman Sulawesi, Sabtu (28/11/2015) sore

Hal itu dikatakan Whisnu setelah mendengar aspirasi kelompok olahraga kalistenik yang tergabung dalam Komunitas Draconian Surabaya (KDS), di Taman Sulawesi, Sabtu (28/11/2015) sore, saat dia menyempatkan diri melihat-lihat taman yang banyak dimanfaatkan warga, khususnya kalangan muda, untuk melakukan bermacam aktivitas.

“Aktivitas memanfaatkan taman kota seperti yang dilakukan KDS secara rutin ini, setidaknya bisa mengurangi tindakan negatif di era sekarang, termasuk sebagai antisipasi penggunaan narkoba di kalangan muda. Kita akan fasilitasi aktivitas anak muda yang mengarah pada kebaikan,” jelas alumnus SMAN 9 Surabaya ini.

Jika fasilitas taman sudah diapresiasi warga dan dilakukan secara rutin, lanjut Whisnu, pemkot akan terus memperhatikan kelompok-kelompok penggunanya. Misalnya, mengupayakan sponsorship agar kegiatan anak-anak muda itu makin berkembang dan bisa lebih mandiri.

“Sehingga yang sudah berhasil, mereka bisa lebih mandiri. Pemkot akan mensupport kalau soal itu,” ucap alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Sementara itu, pendiri KDS, Deddy Gunawan menerangkan, gerakan-gerakan yang dilakukan anggota KDS merupakan gerakan senam dasar. Namun, gerakan-gerakan yang sedianya dilakukan di gym itu, dilakukan KDS secara outdoor, dengan memanfaatkan taman-taman kota.

“Kami sudah keliling Surabaya untuk mencari spot yang enak. Ternyata di Taman Sulawesi ini yang fasilitasnya cukup bagus untuk menerapkan gerakan kalistenik,” jelas Deddy.

Aktivitas KDS yang sudah berjalan sekitar dua tahun ini pun menarik minat kalangan muda. Berbagai komunitas serupa turut bergabung, sehingga saat ini anggotanya sudah mencapai sekitar 100 orang.

Pihaknya berharap Pemkot Surabaya juga memperhatikan kelompok ini. Paling tidak dengan menyediakan dan memperbanyak fasilitas olahraga yang di antaranya kadang digunakan untuk bergelantungan untuk beraktivitas tersebut.

“Selama ini kami berlatih bersama. Kami murni berolahraga. Tidak pernah menarik iuran apapun. Namun, fasilitas sangat dibutuhkan,” ungkap Deddy. (Mc/Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,595PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles