-1.7 C
New York
Sabtu, Januari 23, 2021

Buy now

Risma-Wisnu Siap Kembali Pimpin Surabaya




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sudah dipastikan dalam pemilikan walikota Surabaya Desember mendatang, Tri Rismaharini kembali maju untuk bertarung mempertahankan jabatannya sebagai Walikota Surabaya untuk periode yang ke dua.

Hal ini terlihat dari rekomendasi calon walikota dan calon wakil wali kota yang akan di usung oleh partai berlambang banteng moncong putih dalam pilwali Surabaya mendatang, yang menempatkan Risma sebagai calon walikota dan Wisnu Sakti Buana sebagai wakil walikota mendampingi Risma.

Wisnu Sakti Buana, Hasto Kristiyanto, dan Tri Rismaharini dalam Rapat Kerja Cabang Khusus PDI Perjuangan yang amengukuhkan kembali pasangan Risma dan Wisnu, di Surabaya, Rabu (8/7/2015)
Surat rekomendasi bernomor 275/DPP/in/6/2015 tertanggal 22 Juni 2015 yang ditandatangani Ketua DPP Idham Samawi dan Sekjen Hasto Kristyanto tersebut diserahkan langsung oleh Hasto, kepada Risma dan Whisnu.

Dalam Rapat kerja Cabang Khusus DPC PDI Perjuangan Surabaya yang di gelar Rabu sore (8/7/2015) ini, selain menetapkan pasangan calon walikota dan calon wakil walikota, juga dilakukan pemberian Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan.

Dalam kesempatan pidatonya, Wisnu Sakti Buana sempat berseloroh untuk tidak menyingkat nama Risma dan Wisnu menjadi RW, karena di Surabaya RW punya makna yg agak tidak enak.

“Nanti kalau saya dipasangkan dengan Bu Risma tolong namanya jangan disingkat jadi RW, karena kalau di Surabaya, RW konotasinya nanti jadi makanan,” kelakar Wisnu.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengatakan, PDI Perjuangan Surabaya siap bertanding dalam Pilwali Surabaya 2015.

“Bukannya siap untuk boikot,” ucapnya (menyindir pembentukan koalisi Majapahit yang disinyalir tidak akan mengajukan pasangan calon pada Pilwali 2015 agar pelaksanaan pemilukada tertunda.

Lebih jauh Wisnu menegaskan bahwa untuk perolehan suara pada Pilwali 2015 ini, ditargetkan bisa melebihi perolehan suara Jokowi diputaran kedua Pilwali Solo.

“Kalau Jokowi bisa mendulang suara 92%, maka kita menargetkan bisa memperoleh 93% pada pilwali Surabaya desember mendatang,” tegasnya.

Sementara itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, apa yang diungkapkan oleh Wisnu hanya untuk menyemangati anggota partai.

“Konteksnya untuk memberikan motivasi. Kami di PDI Perjuangan tidak pernah menargetkan, berapa persen kemenangan,” ujarnya kepada wartawan.

Hasto menilai selisih kemenangan satu suara pun, sebenarnya sudah cukup untuk menunjukkan kepercayaan masyarakat pada pasangan ini. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,397FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles