14 C
New York
Kamis, Desember 8, 2022

Buy now

Soal Konflik Pelaksanaan Pilkada, Kapolri Bilang Waspada, Menkopolhukam Bilang Aman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal ‎Badrodin Haiti mengingatkan untuk mewaspadai pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) di Jawa Timur yang rawan konflik, terutama wilayah yang mempunyai sejarah terjadi konflik pelaksanaan Pilkada.

“Di di Jawa Timur, ada 19 daerah kabupaten dan kota yang memiliki sejarah kerawanan. Diantaranya di Mojokerto dan Tuban. Ini yang perlu kita waspadai,” kata Badrodin usai ‎menghadiri dialog Pembahasan Penyerapan Anggaran Provinsi Jawa timur 2015 di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (23/9/2015).

Menurut Jenderal Badrodin Haiti, kerawanan-kerawanan yang berpotensi rusuh itu meliputi isu-isu politik, potensi konflik antar massa pendukung pasangan calon, kampanye hitam (black campaign), sabotase, dan penolakan putusan hasil Pilkada. Termasuk juga masalah pergerakan aksi massa.

“Pergerakan massa ini diantaranya terjadinya unjuk rasa selama empat kali di Sidoarjo, Surabaya dan Situbondo. Penganiayaan bakal calon di Lamongan, pelemparan Ketua KPUD di Banyuwangi, spanduk provokatif di Pacitan, serta adanya intimidasi pada Komisioner Panwaslu,” kata mantan Kepala Polda Jawa Timur ini.

Karena itu, Badrodin mengimbau kepada jajaran polisi mewaspadai dan mengantisipasi wilayah rawan konflik, dan meminta jajaran kepolisian bertanggung jawab di daerah masing-masing.

“Beberapa kasus ini, saya minta segera diselesaikan. Ini tanggung jawab Polri, termasuk TNI, untuk mampu meminimalisasikan konflik yang akan terjadi,” terangnya.

Sementara di tempat yang sama, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, justru meyakini jika Pilkada Serentak di Jatim bisa berjalan lancar dan kecil kemungkinan potensi rusuhnya.

“Di Jawa Timur ini saya melihat peluang rusuh dan gaduh saat Pilkada Serentak nanti kecil kemungkinannya,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia menjelaskan, dari 19 daerah yang harusnya menggelar Pilkada Serentak, seperti Surabaya, diyakini potensi kericuhan sangatlah kecil.

“Saya kira kalau di Surabaya ini kecil juga rusuhnya, karena masyarakatnya sudah sangat dewasa dan bisa menghargai adanya perbedaan,” sambungnya.

Justru, Luhut meminta agar kepala daerah dan para Forpimda di Jatim mewaspadai masuknya bahaya terorisme dan narkoba yang dinilai mengancam masyarakat Indonesia.

Sejalan dengan Luhut mengenai bahaya terorisme, Kapolri meminta semua jajaran di kepolisian dan juga TNI untuk tetap dan terus mewaspadai ancaman terorisme ini.

“Ini patut diwaspadai. Ini ancaman potensial yang setiap waktu dan kapan pun bisa terjadi jika tidak diwaspadai,” pungkas Badrodin. (Edmen Paulus)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,603PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles