21.4 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022

Buy now

Tiga Kali Mangkir, Kejati Tahan Maskur Tersangka Kasus Sapi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim akhirnya menahan tersangka dugaan korupsi bantuan kredit usaha penggemukan sapi (KUPS) bank Jatim Cabang Jombang Maskur Affandi, kemarin (5/11/15). Hal ini dilakukan setelah ketua Koperasi Bidara Tani Jombang ini tiga mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka.

Setelah menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan pidana Khusus Kejati Jatim, serta melengkapi berkas dan cek kesehatan, Maskur yang mengenakan hem ungu langsung dimasukkan ke dalam kendaraan tahanan dan dibawa ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Dalam pemeriksaan sekaligus penahanan tersebut, Maskur tidak didampingi pengacara. Dia memilih datang sendiri. Saat dimintai keterangan wartawan tentang penahanan terhadapnya, Maskur tidak banyak bicara.

Tersangka menutup wajah menghindari bidikan kamera wartawan saat akan dijebloskan ke tahanan.
“Sing penting gak korupsi (yang penting tidak korupsi),” katanya singkat sebelum akhirnya masuk ke mobil tahanan, kemarin (5/11/15).

Sementara itu, Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim Dandeni Herdiana menjelaskan bahwa penahanan terhadap tersangka maskur ini dilakukan atas alas an normative. Dikhawatirkan tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

Dandeni juga menyebutkan, berdasarkan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tindakan tersangka mengakibatkan kerugian Negara hingga Rp 45,8 miliar dari total pinjaman kredit Rp50 miliar di Bank Jatim Cabang Jombang.

“Kerugian Negara ini terjadi karena pembelian sapi hanya sekitar Rp4 miliar saja, selebihnya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tandasnya.

Disinggung apakah tersangka sudah mengembalikan kerugian Negara, Dandeni mengatakan sampai saat ini belum ada kerugian Negara yang dikembalikan. Untuk itu dalam waktu dekat, pihak Kejati akan melakukan penyitaan terhadap aset aset tersangka seperti tanah dan kendaraan.

Kasi Penerangan Hukum (Pemkum) Kejati Jatim Romy Arizyanto menambahkan bahwa dalam kasus ini masih ada dua tersangka lagi. Mereka adalah Bambang Waluyo yang menjabat sebagai Pimpinan Cabang Bank Jatim Jombang dan Heru Cahyo S, penyelia kredit Bank Jatim Cabang Jombang.

“Tapi kedua tersangka ini sudah ditahan Polda Jatim, saya tidak tahu kasus apa yang membuat mereka ditahan,” kata Romy.

Seperti yang telah diketahui, Koperasi Peternakan Bidara Tani mengajukan kredit ke Bank Jatim Cabang Jombang untuk pengadaan 2000 ekor sapi dari Australia. Dalam pengajuan kredit tersebut tersangka Maskur mengagunkan lahan di Blitar seluas 5000 hektare.

Lahan tersebut atas nama perseorangan. Padahal, seharusnya agunan tanah atas nama perseorangan dibatasi maksimal seluas 5 hektare saja. Agunan tanah seluas 5000 hektare atas nama perseoranganan itu sudah menyalahi aturan.

Ironisnya, kredit senilai Rp 42 miliar ini mengalami kendala. Dari sinilah akhirnya diketahui bahwa tanah yang diagunkan tersebut masih dalam perselisihan antar pemilik.

Kasus ini kian meruncing setelah ditemukan bahwa uang kredit pada 2009 yang seharusnya untuk membeli 2000 ekor sapi, tidak sepenuhnya dibelikan sapi. Dari proses penyelidikan, pihak Koperasi Bidara Tani hanya membeli sekitar 750 ekor sapi saja. Tragisnya lagi, sapi yang dibeli tidak sepenuhnya berasal dari Australia, melainkan sapi lokal.

Dalam proses penyidikan, penyidik hanya mampu melakukan penyitaan terhadap sekitar 400 ekor sapi. Dari 400 ekor itu sudah ada sebagian yang meninggal, sedangkan selebihnya sudah dijual.(KS2/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles