3.4 C
New York
Senin, Desember 5, 2022

Buy now

Tim Risma-Whisnu: Debat Bukan Ajang Menang-Kalah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya akan menggelar debat publik kali ketiga. Dimana acara debat Pilwali Surabaya sesi terakhir ini akan mengambil tema; Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah, Menyelaraskan Pembangunan Kota dengan Provinsi dan Nasional.

Ketua Tim Pemenangan Pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, Syaifuddin Zuhri mengaku, pasangan nomor urut dua itu sudah siap. Apalagi tema debat tak jauh beda dengan program-program yang sudah dilakukan oleh pasangan calon besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini ketika masih memimpin Kota Surabaya periode 2010-2015 lalu.

“Ke depan, kebijakan pembangunan yang diambil tentu akan selalu sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Jokowi, yang juga sama-sama kader PDIP,” terang Syaifuddin, Jumat (27/11/2015) pagi.

Ia juga mengatakan, karena Indonesia adalah negara kesatuan, maka kebijakan nasional dan daerah harus selaras. Program pembangunan di daerah tidak boleh bertentangan dengan aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Namun, program nasional yang diterapkan pemerintah, juga harus mampu melihat potensi daerah. Itu sebagai wujud sinkronisasi antara pusat dengan daerah,” lanjut Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin.

Politisi yang juga Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini menegaskan, semasa memimpin Kota Surabaya, program pembangunan yang dijalankan Risma-Whisnu tidak hanya sesuai dengan keinginan pemerintah pusat. Namun juga menjadi solusi bagi problem-problem yang muncul di masyarakat.

Dia mencontohkan program sekolah gratis yang sebelumnya hanya SD sampai SMP, tapi saat pemerintahan Risma-Whisnu, telah meningkatkannnya hingga SMU/SMK.

Begitu pula dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, yang juga ikut menyuport program pendidikan ini dengan membeli 2.200 unit komputer untuk persiapan UNBC (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Termasuk penyediaan seragam bagi semua siswa mulai SD, SMP, dan SMK/SMU khusus warga miskin.

“Di banding kota lain di bidang pendidikan, pemerintah kota Surabaya telah menganggarkan 31 persen APBD Kota Surabaya. Ini nilai yang melebihi amanah dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang hanya sebesar 20 persen,” paparnya.

Tak hanya itu, saat masih memimpin Kota Surabaya, pasangan Risma-Whisnu juga sudah menganggarkan Rp 161 miliar di tahun 2016 untuk program kesehatan keluarga miskin, 291.000 peserta pemberian bantuan iuran (PBI), dan untuk para relawan masyarakat terdiri dari Bunda PAUD, kader lansia, kader lingkungan, modin, guru agama, yang totalnya sekitar 100.000 orang.

Jadi dalam persoalan debat publik kali ini, Ipuk menegaskan bahwa secara teknis pelaksanaan debat, bukan masalah menang kalah di Pilwali Surabaya, 9 Desember mendatang. Tapi lebih pada ajang pemaparan visi-misi terbaiknya dengan tujuan agar masyarakat bisa menilai sendiri pasangan mana yang layak dipilih.

“Jadi bukan pada persoalan menang-kalah yang ujungnya justru menjadi ajang saling menjatuhkan antar paslon,sebaiknya menjadi ruang untuk menjelaskan visi-misi dan program-programnya ke masyarakat,” imbaunya. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,596PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles