Tipping Fee TPA Benowo Diusulkan Naik jadi Rp 98 M

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Tahun depan, pemkot Surabaya berencana untuk kembali menaikkan biaya tipping fee TPA Benowo. Biaya yang mulanya dibayarkan pemkot per tahun sebanyak Rp 62 miliar, tahun depan akan dinaikkan menjadi Rp 98 miliar. Usulan itu mendapatkan penolakankeras dari DPRD Surabaya.

“Sampai saat ini masih belum ada progres dari proyek pembangkit listrik tenaga sampah di sana, di sisi lain pemkot secara berkala sekalu menaikkan tipping fee ke PT Sumber Organik,” ulas politisi asal partai Nasdem Vinsensius Awey, kemarin. (31/10/15).

Salah satu pemulung mencari barang bekas di TPA Benowo

Anggota badan anggaran, yang sekaligus anggota komisi C ini menegaskan, saat ini proyek pneghasil listrik dari sampah ini sudah menjadi pilot projeck nasional. Menurutnya akan lebih baik jika pemkot bisa meminta bantuan suntikan dana dari pemerintah pusat agar bisa meringankan beban APBD. Sehingga dana yang diajukan bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang mendesak.

“Karena di daerah lain itu seperti di Kalimantan dan di Bali itu gagal. Nah Surabaya ini termasuk yang palng baik, kenapa tidak minta bantuan sekalian agar jadi proyek nasional,” imbuh Awey.

Disisi lain, penolakan dari banggar dibantah Sekkota Surabaya Hendro Gunawan. Pihaknya menyatakan dewan tidak menolak, melainkan meminta agar pemkot melakukan pengkajian ulang usulan pengajuan anggaran. Akan tetapi menurut Hendro hal tersebut bukan berarti usulan pemkot ditolak.

“Bukan ditolak. Ini kan belum final, masih ada rapat di komisi-komisi yang bisa membahas detail tentang penganggaran ini,” tegas Hendro.

Selain itu, pihaknya menegaskan, kondisi TPA Benowo saat ini, khususnya untuk proyek pembangkit listrik terus mengalami progres. Salah satunya yang saat ini sudah menghasilkan listrik adalah sampah yang ditutup dengan cover soil.

“Sekarang sedang dilakukan penyembungan dan pengukuran dengan PLN. Semua butuh proses dan tahapan, Surabaya ini sudah jadi yang terbaik dan jadi pilot project. Memang yang pertama jadi wajarlah jika belum bisa cepat,” pungkas Hendro.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini juga menyatakan, kenaikan tippng fee yang diajukan pemkot ini bukan kemauan dari pemkot.

Melainkan adalah bagian dari kesepakatan di MoU yang diteken oleh kedua belah pihak saat awal kerjasama dilakuakn di tahun 2013 lalu. Dimana salah satu poinnya menyebutkan bahwa setiap tahun ada kenaikan nilai tipping fee. (KS1/RED)

Leave a Reply