21 C
New York
Senin, September 28, 2020

Buy now

Whisnu Tuding Ada Dagelan Politik Batalnya Pendaftaran Dhimam-Haries

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Drama Politik dalam proses pencalonan walikota Surabaya yang terjadi baru-baru ini memang menimbulkan banyak perbincangan. Ada yang menanggapi biasa-biasa saja, tapi ada juga yang menanggapi dengan keras, sebagai langkah yang tidak simpatik dan tidak bertanggungjawab dari para partai politik yang memiliki hak suara untuk mencalonkan walikota dan wakil walikota Surabaya.

Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana saat jumpa pers
DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya sangat mengecam dagelan politik yang terjadi saat pendaftaran terakhir calon walikota dan wakil walikota di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya pada Senin (3/8/2015).

Menurut Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana, dagelan politik yang dimaksud adalah batalnya pencalonan pasangan bakal calon yang diusung PAN dan Demokrat, yakni Dhimam Abror dan Haries Purwoko, karena tidak melengkapi persyaratan saat mendaftar di KPU Surabaya, Senin (3/8/2015).

“Masyarakat harus melihat ini sebagai langkah politik yang sangat merugikan masyarakat Surabaya,” ujar Whisnu saat menggelar jumpa pers di kantor PDIP Surabaya Jalan Kapuas, Selasa (4/8/2015).

Peristiwa semula terjadi dimana Haries Purwoko bersama Dimam Abror mendatangi KPU Surabaya untuk mendaftar sekitar pukul 15.45 WIB. Tapi baru sekitar 10 menit berada di KPU, Haries terlihat menerima telepon dan bergegas ke luar ruangan dan tidak kembali lagi tanpa kabar.

Belakangan diketahui Haries menyatakan mundur dari pencalonan dengan alasan tidak mendapat restu dari orang tuanya karena ada anggapan di masyarakat sebagai calon boneka untuk melawan calon petahana Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP.

Salah satu syarat pencalonan yang harus diisi saat itu, ternyata tidak ditandatangani Haries saat di KPU Surabaya. KPU memberikan kesempatan untuk melengkapi persyaratan hingga pukul 23.59 WIB. Namun hingga waktu yang ditentukan tidak kunjung hadir sehingga KPU memutuskan pendaftaran ditutup dan dinyatakan ditunda hingga 2017.

Whisnu dengan terang-terangan menuding Koalisi Majapahit berada di balik dagelan politik yang terjadi di Pilkada Surabaya. Ia mengaku sejak awal sudah tahu jika koalisi yang terdiri atas sejumlah partai politik tersebut tidak akan memunculkan calon dalam Pilkada Surabaya.

“Sebagai gabungan partai politik yang memiliki kekuatan besar, sikap Koalisi Majapahit tidak kesatria karena tidak memunculkan calon. Mereka mewakili masyarakat Surabaya yang berhak memilih pemimpin daerahnya,” katanya.

Calon wakil wali kota yang diusung PDIP itu, mengemukakan dagelan politik yang terjadi di Surabaya harus mendapat perhatian dari semua kalangan, sebab tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi dalam pemilihan gubernur maupun presiden.

“Memang sekarang baru tujuh daerah yang memiliki calon tunggal. Tapi jumlah itu masih bertambah karena proses verifikasi di KPU. Misalnya seperti yang terjadi di Mataram,” katanya.

Karena itu, PDIP Surabaya menilai, tertundanya Pilkada Kota Surabaya 2015 sudah bisa dikatakan sebagai keadaan yang genting dan perlu segera diambil langkah-langkah positif.

“Ini sangat genting. Fenomena calon tunggal ini baru terjadi di Pilkada serentak saat ini. Bagaimana kalau nanti juga terjadi saat Pemilu 2019,” ujarnya.

Wisnu bahkan mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menggelar referendum, yang dianggap sebagai sebuah langkah alternatif agar tidak menyandera hak pilih rakyat Surabaya.

“Dengan adanya referendum, hak rakyat Surabaya untuk tetap bisa memilih bisa diakomodir. Referendum adalah sebuah solusi,” ujar Wakil Wali Kota Surabaya. (Edmen Paulus)

Related Articles

Keluarga Pencak Silat Nusantara Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara di Surabaya mendukung pasangan Cawali Surabaya Mahfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Mujiaman. Dukungan...

Daihatsu Perluas Edukasi Program Penyu Untuk Indonesia

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus membuktikan komitmen dan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), yang salah satunya...

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Stay Connected

20,752FansSuka
2,380PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Keluarga Pencak Silat Nusantara Dukung Machfud Arifin-Mujiaman

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Keluarga Pencak Silat (KPS) Nusantara di Surabaya mendukung pasangan Cawali Surabaya Mahfud Arifin dan Calon Wakil Wali Kota Surabaya Mujiaman. Dukungan...

Daihatsu Perluas Edukasi Program Penyu Untuk Indonesia

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus membuktikan komitmen dan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), yang salah satunya...

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...