10.9 C
New York
Kamis, November 26, 2020

Buy now

Aktivis Lingkungan Demo Tuntut Perhutani Lebih Peduli Hutan Lindung




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Puluhan aktifis lingkungan Jawa Timur yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Pelindung Hutan dan Pelestarian Mata Air mengadakan aksi demo didepan kantor Perum Perhutani Jawa Timur, Selasa (8/9/2015).

Beberapa organisasi dan aktivis peduli lingkungan yang bergabung di gerakan massa ini, diantaranya Padepokan Wonosalam Lestari, Ecoton, Komunitas Peduli Sungai Ciliwung, Telapak Bogor, Telapak Jawa Timur dan Telapak Pusat, Nol Sampah, Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL INDONESIA) dan Aliansi Masyarakat Sungai Indonesia (AMSI).

Aksi yang diisi dengan orasi dan teatrikal warga sedang memotong kayu dengan gergaji mesin ini, menuntut Perhutani agar serius menyelamatkan mata air di Hutan Lindung.

Para aktivis lingkungan menuding Perum Perhutani gagal mengelola hutan lindung di Jatim. Dimana salah satu indikatornya adalah terus berkurangnya jumlah sumber mata air, khususnya yang berada di wilayah daerah aliran sungai (DAS).

Juru Bicara Aliansi Masyarakat Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air Jatim, Prigi Arisandi, mengatakan berdasar data yang dihimpun, saat ini jumlah mata air di wilayah hutan lindung di beberapa wilayah, seperti Malang, Jombang, Lumajang, Tulungagung, Trenggalek, Mojokerto, dan Blitar terus menyusut.

“Jika empat tahun lalu, di kawasan hutan lindung Jatim termasuk DAS luasnya mencapai 344.742 hektar dan terdapat lebih dari 1.597 mata air, sekarang lebih dari separuhnya sudah hilang,” jelasnya.

Sementara berdasar data yang disampaikan Badan Pengelola DAS Brantas, lahan kritis di DAS Brantas mencapai 231.290 hektar. Luasan lahan kritis itu terancam terus meluas jika tidak dilakukan langkah antisipasi secepatnya.

“Kalau lahan kritis terus dibiarkan meluas sangat berbahaya, karena rentan terjadi bencana banjir dan tanah longsor,” tegas Direkur Ecoton ini.

Ketidakmampuan dari Perhutani mengelola hutan lindung di Jatim ini juga ditunjukkan dengan pengalihfungsian hutan lindung menjadi kebun kopi yang justru merusak mata air, seperti yang terjadi di daerah Mojokerto, Wonosalam, Jombang, Lumajang, Trenggalek, Malang, dan Tulungagung.

“Perhutani jangan hanya fokus pada kegiatan produksi hutan yang nyata-nyata tak bisa diandalkan sebagai penyangga dan penyimpan air,” wanti-wantinya.

Dalam kesempatan itu juga, Aliansi Masyarakat Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air Jatim menawarkan solusi, yakni Perhutani diminta segera melakukan pemetaan dan perlindungan mata air di radius 200 meter dalam hutan lindung.

Selain itu juga aktifitas alih fungsi hutan untuk perkebunan masyarakat, serta makin intensif melakukan penyuluhan dan rehabilitasi hutan lindung.

“Perhutani juga harus berani menertibkan dan melakukan pembinaan pada para aparat Perhutani yang sering melakukan permainan kotor dalam penebangan pohon di hutan lindung,” tukas Prigi.

Di penghujung demo, Sekretaris Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Timur, Yahya Amin, yang menemui para ‘pejuang’ lingkungan hidup ini berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para aktivis lingkungan.

“Saya besok akan kesana melihat langsung kondisi hutan seperti yang sudah disampaikan kawan-kawan,” tandas Yahya. (Edmen Paulus)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,453PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...