-3 C
New York
Sabtu, Januari 9, 2021

Buy now

Bank Jatim Belum Siap, Pelayanan Uji Kir Online / E-payment Mundur




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Penerapan sistem pembayaran uji kir non tunai di UPTD PKB Tandes dan Wiyung secara online atau e-payment, yang di canangkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya terpaksa mundur karena Bank Jatim sebagai mitra pembayaran belum siap.

Seperti dikemukakan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad beberapa waktu lalu, pada awal September seharusnya program uji kir non tunai akan di terapkan. Namun karena kesiapan Bank Jatim belum selesai maka program ini harus di undur.

Padahal program e-payment ini seperti dikemukakan Kepala TU UPTD Wiyung Abdul Manap, selain bertujuan untuk efektifitas, akuntabilitas dan transparansi, juga untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan calo dan pungutan liar yang marak disinyalir ada selama ini.

“Semangatnya adalah melenyapkan transaksi atau pertemuan antara wajib uji kir dengan petugas kami, serta penggunaan tenaga pihak ketiga (calo) dalam melakukan uji kir,” terang Manap di Surabaya, Selasa (1/9/2015).

Dengan sistem ini nantinya, semua pemilik kendaraan yang melakukan uji kir tidak perlu lagi membayar langsung kepada petugas, namun cukup melalui ATM dan E-Payment Corner yang tersedia disetiap lokasi.

Namun dari pantauan KabarSurabaya.Com, sampai hari ini Counter Bank Jatim belum siap dan belum bisa beroperasi. Dan dari informasi yang didapat, belum siapnya Bank Jatim karena masih menunggu proses persetujuan dari OJK.

Kondisi ketidak siapan inilah yang menyebabkan program non tunai uji kir belum bisa dilaksanakan secara penuh, karena dengan diterpkannya system e-payment, maka untuk pemilik kendaraan yang tidak memiliki rekening Bank Jatim harus melakukan pembayaran di E-Payment Corner Bank Jatim yang tersedia disetiap UPTD.

Manab juga menjelaskan bahwa sebenarnya sinkronisasi system dan data base antara UPTD dan Bank Jatim sudah siap. Bahkan setiap kendaraan nantinya akan mendapat virtual account. Semua data base kendaraan sudah lebih dulu teregisterasi dengan sistem.

“Begitu ke ATM akan keluar kode booking sehingga mengetahui batas akhir pembayaram uji kir dan lainnya,” terang Manab.

Lebih lanjut dia mengatakan pelaksanaan Uji Kir di Surabaya saat ini sudah berbasiskan IT atau sistem digital, sehingga user tidak perlu menunggu lama karena  hasil pengujian dapat segera diketahui sesaat setelah kendaraan di uji kir.

“Bahkan dengan mengandalkan sistem data base kendaraan wajib uji, maka petugas kami tinggal memasukkan nopol kendaraan, selanjutnya detail informasi dan rekam jejak kendaraan akan langsung terbaca,” tambahnya.

Selain itu, kata Manab, ada beberapa inovasi lain yang juga sedang dipersiapakan, seperti UPTD juga mengadakan layanan uji kir Drive Thru yang melayani penguji kir tanpa perlu turun dari kendaraannya. Selain juga SMS Gateaway yang bisa digunakan masyarakat untuk mendapatkan SMS pengingat otomatis jika masa uji kir akan habis..

“Untuk SMS Gateaway, di UPTD Tandes sudah jalan tapi di UPTD Wiyung belum jalan. Nanti bersamaan dengan diterapkannya nsistem online atau e-patment. Untuk pendaftaran online dapat dilakukan via www.dishub.surabaya.go.id ,” terang Manab.

Dan untuk semakin meningkatkan pelayanan, UPTD Wiyung juga mempersiapkan ‘Sentra Layanan Informasi dan Keluhan’ untuk menampung berbagai pertanyaan masyarakat, khususnya dengan penerapan e-payment.

“Kami menyiapkan Sentra Layanan Informasi dan Keluhan ini karena kami yakin akan muncul banyak pertanyaan ketika program e-payment ini benar-benar diterapkan,” pungkas Manab. (Edmen Paulus)




Related Articles

Stay Connected

21,322FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles