Batik Pamekasan dan Sejarahnya, Ditampilkan di House of Sampoerna

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pamekasan adalah salah satu sentra batik terbesar di Jawa Timur, karena hampir disetiap kecamatannya, terdapat sentra perajin batik; seperti Candi Burung, Toket, Nong Tangis, Podhek,Klampar, Banyumas, Kowel, Bedung, Toroan, dan lainnya.

Keunikan dan keragaman motif batik Pamekasan inilah yang di bawa Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) dalam pameran yang bertajuk “dibalik selembar kain batik Pamekasan”, yang digelar di galeri seni House of Sampoerna, mulai tanggal 16 – 29 Oktober 2015.

Dikatakan Ketua KIBAS, Lintu Tulistyantoro, batik Pamekasan saat ini dikenal sebagai batik yang ,memiliki warna-warna berani, keluar dari ‘pakem’ seperti oranye, hijau menyala, ungu, kuning dan warna pop lainnya.

“Motifnya pun bebas, ekspresif dan tidak dibatasi oleh patokan yang mengikat sehingga batik Pamekasan berbeda dengan batik-batik pada umumnya,” terang Lintu.

Lebih jauh Lintu menjelaskan bahwa pergeseran permainan warna pada batik Pamekasan, tidak terlepaskan dari perkembangan industri batik. Seperti beberapa tahun terakhir, terdapat sekelompok masyarakat yang mengadopsi teknik dan pola Hokokai, yaitu teknik pengerjaan yang sangat halus serta pewarnaan yang berfariasi yang kemudian memunculkan istilah Hokosan (hokokai Pamekasan).

“Hokosan saat ini menjadi ikon baru di perbatikan nasional, khususnya dikalangan para kolektor dan pecinta batik ,” lanjutnya.

Pameran kali ini tidak hanya menghadirkan lembaran batik saja, tetapi juga menghadirkan kehidupan sehari-hari pembatiknya, dari segi sosialo, ekonomi dan budaya. (Ep)

Leave a Reply