BPJS Kesehatan Teken MOU dengan Muslimat NU Surabaya Guna Tingkatkan Peserta JKN

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Menyadari masih cukup banyaknya warga Surabaya yang belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), serta masih cukup tingginya mereka yang menunggak iuran, membuat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU)  Surabaya, terus melakukan berbagai cara untuk bisa mengatasinya.

Beberapa langkah dilakukan dengan meningkatkan kerjasama dengan seluruh pejabat pemangku kepentingan, Dinas-Dinas terkait, Swasta dan seluruh stakeholder. Termasuk salah satunya dengan menggandeng lembaga yang memiliki anggota cukup besar, seperti Muslimat Nahdatul Ulama (NU)  Surabaya.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja (kanan) saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Ketua Muslimat NU Surabaya, Lilik Fadilah tentang penyelenggaraan program JKN-KIS

“Hari ini kami melakukan langkah nyata dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Muslimat NU Surabaya tentang Penyelenggaraan JKN-KIS, sebagai langkah lanjutan dari kerjasama yang sudah lebih dulu dibangun antara BPJS Kesehatan Jawa Timur dengan PW Muslimat NU Jawa Timur,” terang Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja seusai penandatanganan nota kesepahaman, Selasa (19/11/2019).

Dr. Herman juga menambahkan, untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) di tahun 2020, BPJS Kesehatan akan terus melakukan terobosan-terobosan dan melakukan berbagai kerjasama agar seluruh warga Surabaya menjadi peserta JKN-KIS dan terjamin masalah kesehatannya.

“Ya kami akan terus berupaya menjangkau dan memastikan bahwa masyarakat di Surabaya wajib memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial dengan menjadi peserta JKN-KIS,” tambah Herman.

Penyerahan penghargaan oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Surabaya, dr. Herman Dinata Mihardja kepada ketua Muslimat NU Surabaya Lilik Fadilah

Sementara Ketua Muslimat NU Surabaya, Lilik Fadilah, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa Muslimat NU sangat mendukung upaya pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan pada seluruh warga masyarakat.

“Karena itu sebagai organisasi yang memiliki lebih dari 30 ribu anggota, merasa perlu membantu BPJS Kesehatan. Dan melalui kerjasama ini kedepannya kami akan menggerakkan anggota kami untuk menjadi peserta JKN bagi yang belum dan menyadarkan mereka yang menunggak iuran untuk bisa melakukan pembayaran secara rutin,” terangnya.

Lilik juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum semua anggotanya ikut BPJS Kesehatan karena berbagai factor. Namun ia berjanji untuk bisa mencarikan jalan keluar yang terbaik agar semua bisa menjadi peserta JKN.

“Hingga saat ini sudah lebih,78 % anggota Muslimat NU Surabaya terdaftar sebagai peserta JKN. Target saya adalah semua Muslimat NU harus terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, ” pungkas Lilik Fadilah. (men)

Leave a Reply