20.2 C
New York
Minggu, September 27, 2020

Buy now

Imlek Dirayakan 1/5 Penduduk Dunia

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Tahun Baru China merupakan hari raya yang paling penting dalam masyarakat China. Perayaan Tahun Baru China juga dikenal sebagai 春節 Chūnjié (Festival Musim Semi / Spring Festival), 農曆新年 Nónglì Xīnnián (Tahun Baru), atau 過年 Guònián atau sin tjia.

Sosialita Surabaya Uci Flowdea (kanan) bersama sahabat baiknya Amelia Salim yang juga Sosialita Surabaya menggunakan baju Cheongsam

Di Indonesia sendiri, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum, dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau China, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan China di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

Ritual Ciswak yang biasanya muncul menjelang Imlek untuk tolak bala

Dan karena 1/5 penghuni bumi ini adalah orang China, maka Tahun Baru China hampir dirayakan oleh seluruh pelosok dunia dimana terdapat orang China, keturunan China atau pecinan. Termasuk di Indonesia.

Bagi masyarakat keturunan Cgina di Indonesia, merayakan Imlek juga menjadi suatu keharusan karena disitu terkandung beberapa nilai-nilai yang diyakini akan memberikan kebaikan bagi masa depan mereka.

Dikemukakan Amelia Salim, salah seorang Sosialita Surabaya, perayaan Imlek yang diyakini sebenarnya ada kemiripan dengan hari Raya Idul Fitri, karena pada kesempatan Imlek, masyarakat China atau keturunan China juga melakukan kegiatan silaturahmi bersama keluarga besarnya, yang dipusatkan di rumah orang tua atau saudara yang paling tua.

Gong Xi Fa Cai

“Pada waktu Imlek, saya juga selalu berkumpul dengan keluarga besar. Tempatnya di rumah orang tua, atau kalau sudah tidak punya orang tua, ya di tempat saudara tertua,” terangnya pada kabarsurabaya.com di Surabaya.

Hal yang senada juga di kemukakan sosialita Surabaya yang lain, Uci Flowdea, yang mengungkapkan bahwa tahun baru Imlek kali ini ia merayakan di rumah orang tuanya, namun tidak dengan anak-anaknya.

“Tahun ini saya merayakan Imlek sama papa mama saya saja, karena anak-anak saya semua sedang liburan di luar negeri,” terangnya.

Dan seperti sudah tradisi, masyarakat yang merayakan Imlek, akan menggunakan  baju Cheongsam dan akan bagi-bagi angpao yang berisi uang.

“Untuk angpao, hanya diberikan pada anak-anak dan mereka yang belum menikah,” terang Amelia.

Lebih lanjut Amelia juga menjelaskan, biasanya menjelang Imlek, salon-salon akan ramai karena ada tradisi potong rambut, sebagai lambang buang sial. Bahkan bukan hanya potong rambut, tradisi menggunakan pakaian baru juga sudah menjadi bagian dari tradisi Imlek.

“Pemakaian baju baru dan potong rambut ini, melambangkan sebagai memulai tahun dengan hal-hal yang baru dan membuang hal-hal buruk dimasa lalu,” lanjutnya.

Tahun baru Imlek juga selalu menjadi hal yang menarik, karena memasuki tahun baru dengan shio yang baru, Dan tahun dengan shio tertentu, ternyata juga diyakini bisa mempengaruhi shio yang lain, sehingga berdasar hitungan ada shio yang chiong.

Untuk ini biasanya masyarakat keturunan China yang kebetulan shio-nya chiong, akan melakukan tradisi ritual Po Un atau Cisuak atau tolak bala untuk membuang dan menghindari chiong.

Namun tidak semua masyarakt keturunan China mempercayai hal ini lagi. Paling tidak bagi Uci yang sudah menjadi Nasrani, meyakini bahwa semua itu baik selama mau berusaha.

“Bagi saya semua itu baik. Selama kita mau berusaha pasti aka nada hasil. Daripada kita memikirkan ramalan tentang kesialan, lebih baik kita berusaha keras, supaya ada hasil yang bias kita dapat,” pungkas Uci Flowdea. (EP)

GONG XI FA CAI

Related Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

Stay Connected

20,745FansSuka
2,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Cawawali Mujiaman Sapa Warga Sutorejo Indah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wakil Wali Kota (Wawali) nomor urut 2, Mujiaman Sukirno menyapa warga di kawasan Perumahan Sutorejo Indah, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kecamatan...

Machfud Arifin-Mujiaman Dapat Dukungan Kiai Kampung Nusantara 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifinsemakin bersemangat dengan adanya dukungan dari para kiai kampung nusantara di Surabaya. Hal...

Deklarasi Damai Tak Dihadiri Eri Cahyadi

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak menghadiri acara deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Kota Surabaya. Ketidak hadirannya tentu sempat...

U Give Me Love Jadi Single Perdana ‘Alex dan Bea’ Masuk Industri Musik

YOGYAKARTA (kabarsurabaya.com) - Trend musik mancanegara mempengaruhi perkembangan musik di Tanahair dari dahulunya. Saat ini Korean Pop (K-Pop) tengah dilirik oleh para penikmat musik di...

Satgas Waspada Investasi Temukan 50 Kegiatan Gadai Tanpa Izin

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Satgas Waspada Investasi menemukan 50 usaha pergadaian swasta ilegal yang dilakukan tanpa izin dari OJK. Hal itu sesuai dengan Peraturan Otoritas...