Indosat Ooredoo Bantu Korban Banjir Sumatera

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, Indosat Ooredoo melalui program Corporate Social Responsibilities (CSR), memberikan bantuan kepada para korban banjir di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

Indosat Ooredoo Bantu Korban Banjir Sumatera

Bantuan yang diberikan di Solok Selatan dan Pangkalan berupa penyediaan dapur umum, layanan kesehatan gratis melalui Mobil Klinik Indosat Ooredoo, sembako, dan telepon gratis. Sementara di Pangkal Pinang, para korban banjir mendapatkan bantuan logistik berupa makanan, kebutuhan anak dan wanita, selimut, buku pendidikan, serta obat-obatan dan vitamin.

Dikatakan Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana banjir di Sumatera ini.

“Dan kami langsung menyediakan mobil Klinik Indosat Ooredoo, yang  dioperasikan untuk menyalurkan bantuan dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi para korban bencana banjir,” tambahnya.

Indosat Ooredoo Bantu Korban Banjir Sumatera

Menurut Deva, hal ini sangat bermanfaat karena beberapa fasilitas rumah sakit terdekat dari lokasi banjir juga ikut terendam banjir.

“Tentu saja kami berharap banjir segera surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” lanjut Deva.

Mobil Klinik Indosat Ooredoo sendiri telah dilengkapi dengan peralatan dan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi para korban bencana banjir.

“Dalam menyalurkan bantuannya, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan PKPU dan Rumah Zakat,” terangnya lebih lanjut.

Di wilayah Pangkalan, Mobil Klinik  Indosat Ooredoo beroperasi di Lubuak Nago dan Tigo Balai. Total jumlah penerima bantuan Indosat Ooredoo di Sumatera Barat dan Sumatera Selatan mencapai lebih dari 700 orang.

“Sampai saat ini, Indosat telah mengoperasikan 16 Mobil Klinik Indosat, dan telah memberikan layanan kesehatan gratis sejak tahun 2007,” pungkas Deva.

Diketahu, akibat banjir di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok Selatan, dan Kecamatan Pangkalan, merupakan dua area yang cukup parah terendam banjir. Sementara di Sumatera Selatan, pusat perekonomian Kota Pangkal Pinang terendam banjir hingga ketinggian 2 meter. (EP)

Leave a Reply