Kadin Siap Bersaing Hadapi MEA

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim yakin akan mampu bersaing dengan luar negeri saat diberlakukannya perjanjian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini, meski ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan.

Ketua Kadin Jatim La NYalla Mahmud Mattaliti bersama Gubernur Jatim dan Wakil Gubernur Jatim dalam acara buka bersama di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Minggu (28/6/2015)

Seperti diungkapkan Ketua Umum Kadin Jatim, La Nyalla Mahmud Mattaliti, Dewan Pengurus KADIN Jawa Timur periode 2014 – 2019 yang baru saja dilantik mempunyai tantangan cukup berat dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN akhir tahun 2015 ini.

“Tapi meski begitu, kami yakin dan tidak gentar. Dengan tekad kebersamaan antara Pengusaha Jawa Timur dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ekonomi Jawa Timur akan tumbuh terus dan terus berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan serta dapat mengisi pangsa pasar domestik yang merupakan pangsa pasar terbesar ASEAN,” ujar La Nyalla Mahmud Mattaliti saat buka bersama yang dihadiri oleh Dewan Pengurus dan Dewan Perimbangan Kadin Jatim, Gubernur Jatim Soekarwo dan Wakil Gubernur Saifullah Yusuf serta Forpimda Jatim di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Minggu (28/6/2015).

Untuk itu menurut La Nyalla, pengurus Kadin Jatim akan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan konsolidasi, baik konsolidasi organisasi atau kelembagaan maupun konsolidasi wawasan dalam menjalankan fungsi dan tujuan Kadin secara efektif dan komunikatif bersama seluruh dunia usaha Jawa Timur.

“Dengan begitu nantinya Kadin Jatim akan mampu memberikan penguatan dan nilai tambah terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur,” jelasnya.

Selain itu, sinergitas Kadin Jatim dengan Pemerintah Provinsi Jatim yang telah terbangun sejak lama, akan terus dipertahankan. Karena sinergi yang baik antara pemerintah dengan pengusaha khususnya yang tergabung dalam Kadin Jatim terbukti mampu membawa perekonomian Jawa Timur tumbuh lebih cepat dari rata-rata nasional.

“Kerja bersama pengusaha dan pemerintah sangat menentukan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Selama ini sudah terbukti perekonomian Jawa Timur bisa melaju lebih cepat dari rata-rata nasional, karena kerja bersama pemerintah dan pengusaha termasuk yang tergabung dalam Kadin Jawa Timur,” katanya.

La Nyalla mencontohkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur terutama ditopang oleh pertumbuhan ekspor antar propinsi atau antar pulau dimana Jawa Timur selalu mencatatkan surplus dalam beberapa tahun terakhir.

Terus meningkatknya ekspor antar pulau dari Jawa Timur, khususnya ke wilayah Indonesia Timur juga diharapkan bisa menjadi media pemerataan kemajuan Indonesia agar tidak tersentral di Pulau Jawa saja.

“Melalui program akselerasi perdagangan antar provinsi atau pulau di 23 provinsi di Indonesia, sejak 2010 perdagangan antar Provinsi dari Jawa Timur selalu mengalami surplus dan bertumbuh signifikan,” jelasnya.

Pada 2010 tercatat surplus perdagangan Jawa Timur dengan daerah lain mencapai Rp 21,33 triliun, meningkat menjadi Rp 30,99 triliun pada 2011 dan kembali meningkat menjadi Rp 62,85 triliun pada 2012. Surplus perdagangan kembali meningkat menjadi Rp 70,41 trilun pada 2013 dan kembali meningkat menjadi Rp 90,329 triliun pada akhir 2014.

Di bidang industri dan perdagangan, Kadin Jatim akan memfasilitasi kerja sama ekonomi dengan banyak negara. Sepanjang 2014 dan 2015, Kadin Jatim telah mempertemukan pengusaha Jatim dengan delegasi luar negeri, antara lain dari Afrika Selatan, Cile, Inggris, Suriname, Jepang, Thailand, Singapura dan Brunaidarussalam.

“Dalam 5 tahun kedepan, Kadin Jatim akan terus melanjutkan program-program yang sudah berjalan dan terbukti bisa berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur. Di antaranya melalui percepatan program-program Kadin seperti mendidik para pengusaha muda dan UMKM lewat Kadin Institute,” katanya. (Edmen Paulus)

Leave a Reply