KPPU Awasi Pedagang Beras Besar, Cegah Munculnya Kartel Beras

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mengawasi sekitar 200 lebih pedagang besar yang tersebar di Indonesia mengingat komoditi beras saat ini diangagap berpotensi terjadi kartel.

Suasana Forum Jurnalis KPPU, yang membahas soal beras, Rabu (11/11/2015)

Hal ini dilakukan KPPU, mengingat adanya informasi yang masih simpang siur soal perkembangan industri beras yang kabarnya mengalami defisit di tingkat Nasional, padahal keadaan di lapangan menyebutkan bahwa perkembangan beras mengalami surplus.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan struktur perdagangan komoditi beras bersifat oligopoly sehingga potensi terjadi kartel beras sangat tinggi, apalagi pemerintah melakukan impor beras 1 juta ton untuk cadangan beras nasional.

Dikhawatirkan, kondisi tersebut bisa berimbas pada daerah-daerah lain yang sejatinya surplus stok beras dan bisa berpotensi terjadi kartel.

“Sejak dulu beras adalah kebutuhan pokok yang posisinya startegis sehingga menjadi pengawasan kami,” katanya dalam Forum Jurnalis KPPU, Rabu (11/11/2015).

Ia juga menegaskan kalau berdasarkan perhitungan bahwa beras itu surplus, tapi tidak ada barangnya, maka menurut kacamata KPPU barangnya bisa jadi disimpan dan ditahan.

“Saat ini kami juga mengawasi soal adanya anti persaingan yang dilakukan sejumlah oknum pelaku usaha di Indonesia dan Jawa Timur, utamanya adanya pelaku usaha yang menaikan harga beras tidak sesuai harga standart,” lanjut Syarkawi.

Sementara itu Komisioner KPPU, Saidah Sakwan mengatakan KPPU akan meminta agar pemerintah mengvaluasi kembali kepastian data produksi beras atau stok beras dengan jumlah kebutuhan konsumsi sebelum melakukan impor.

“Kami mengingatkan agar sebelum impor, harus dilakukan evaluasi dengan mencocokan input dan output. Jangan sampai kondisi ini menjadi perburuan para pedagang besar,” katanya.

Saidah juga menegaskan bahwa pihaknya (KPPU), akan memanggil dan memproses pedagang beras apabila nantinya KPPU menemukan adanya kartel beras.

“KPPU sudah punya data para pemain beras ini karena kami melakukan riset  soal ini, dan kami akan terus monitor kalau ada tindakan yang mengarah pada kartel,” imbuhnya. (Ep)

Leave a Reply