Listrik Rumah Tangga Miskin Akan Disubsidi Pemerintah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 38,29 triliun untuk mensubsidi pemakaian energy listrik bagi 24,7 juta rumah tangga miskin dan rentan miskin pada tahun 2016.

Dikatakan Kepala Sub Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, besaran anggaran subsidi memang jauh berkurang dibanding tahun 2015 yang mencapai Rp 66 triliun untuk 44,8 juta rumah tangga.

“Dan rumah tangga yang berhak menikmati subsidi listrik, yakni yang menggunakan kilo Watt hour (kWh) sebesar 450 “volt ampere” (VA), dan 900 VA,” terangnya, Jumat (16/10/2015).

Khusus rumah tangga yang menggunakan kWh 900 VA, menurut Jisman, akan diverifikasi lagi, karena diduga banyak rumah tangga dari kalangan ekonomi menengah ke atas sebagai pengguna, sehingga subsidi tidak tepat sasaran.

Rumah tangga yang tidak lagi mendapat subsidi energi listrik pada 2016, kata dia, mengacu pada data pemerintah yang dihimpun Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskina (TNP2K).

“Sebanyak 24,7 juta rumah tangga penerima subsidi pada 2016 nanti, itu termasuk 15,5 juta kepala keluarga yang memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS),” lanjut Jisman.

Sementara rumah tangga pengguna kWh 900 VA yang sebelumnya mendapat subsidi listrik, akan dimigrasikan ke pelanggan non subsidi dengan Kwh minimal 1.300 VA. Proses pendataan dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sesuai instruksi dari Kementerian ESDM.

“Proses migrasi tidak akan dikenakan biaya apa pun,” ujar Jisman.

Ia menilai kebijakan pengurangan subsidi tersebut dinilai sudah tepat karena selama inididuga anggaran subsidi energi listrik banyak tidak tepat sasaran karena rumah tanggaekonomi menengah ke atas terdaftar sebagai penerima. (Kj/Ep)

Leave a Reply

Weekly theme , Seo , Health , Dating , Money , Hotels , Cheap flights