LPPNU Gelar Pelatihan untuk Muharrik Tani-Nelayan Nahdliyyah

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jawa Timur, menggelar Lokakarya Pelatihan Pembangunan Masyarakat Perdesaan Rahmatan Lil Alamin, untuk Muharrik Tani-Nelayan Nahdliyyah.

LPPNU Gelar Pelatihan untuk Muharrik Tani-Nelayan Nahdliyyah

Seperti dikatakan Ketua LPPNU Jatim, Ach. Wazir Wicaksono, SPsi., kegiatan pelatihan yang digelar selama 3 hari (18-20 Maret 2016) di Hotel Utami Juanda ini, bertujuan untuk mencetak Muharrik (kader penggerak) Tani-Nelayan Nahdliyin yang handal, dalam kerangka aksi pembangunan perdesaan yang mandiri dan Rahmatan Lil Alamin.

Mengutip pernyataan KH. Hasyim Asy’ari, Wazir menjelaskan bahwa dunia akan tertib selama enam hal ini terpenuhi. Yaitu, pertama, agama yang ditaati, kedua, pemerintah yang berpengaruh, ketiga, keadilan yang merata, keempat, ketentraman yang meluas, kelima, kesuburan tanah yang kekal, dan keenam, cita-cita yang luhur.

“Karena itu pula, Fokus program LPPNU Jawa Timur 2013 – 2018 adalah pengembangan Gerakan Pemuliaan Kesehatan Bumi sebagai pondasi pemberdayaan Pertanian terpadu, berkelanjutan dan Rahmatan Lil Alamin,” terangnya di Surabaya, Minggu (20/3/2016).

Lebih lanjut Wazir menjelaskan, perkembangan usaha sumber daya hayati perdesaan (pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan dan kelautan), sampai saat ini masih tetap inferior. Hal ini bias dilihat dari selalu mahalnya biaya produksi/tanam dan olah, harga jual hasil produksi/panen lebih sering tidak memihak kepada warga perdesaan sebagai produsen.

“Begitu juga adanya degradasi sumber daya alam, baik kuantitas maupun kualitasnya, terutama di pulau Jawa yang semakin parah mengalami krisis ekologi, serta lemahnya kesadaran tentang pentingnya pengembangan usaha sumber daya hayati yang ramah lingkungan, sebagai pondasi dari kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan nasional,” jelas Wazir.

Dalam kurun 2013 – 2015, LPPNU Jatim telah melakukan serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas Muharrik Tani-Nelayan Nahdliyyin dari 13 Cabang Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, khususnya berkaitan dengan upaya menjelang Era Keterbukaan Global Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dari kegiatan ini telah terhimpun sekitar 1.900 orang Muharrik Tani-Nelayan Nahdliyyin yang telah menerima bekal pengetahuan dasar kewirausahaan, berkaitan dengan  pengembangan usaha sumber daya hayati yang ramah lingkungan.

Karena itu, menurut Wazir, pihaknya sangat berharap pelatihan ini bisa menjadi salah satu wahana penting bagi para Muharrik (kader penggerak) Tani-Nelayan Nahdliyin Jawa Timur, untuk meningkatkan kualitas dan tantangan pembangunan perdesaan yang mandiri dan Rahmatan Lil Alamin, dengan pondasi ilmu pengetahuan dan spiritualitas ala Nahdlatul Ulama. (EP)

Leave a Reply