2.3 C
New York
Senin, Desember 5, 2022

Buy now

NU Perlu Lestarikan Cagar Budaya Peninggalan Resolusi Jihad

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Nahdlatul Ulama diminta menjaga dan melestarikan cagar budaya peninggalan Resolusi Jihad, agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang nasionalisme para Ulama era revolusi perjuangan di Surabaya.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat Sejarah Nahdlatul Ulama Drs. H Choirul Anam dalam peringatan 70 tahun Resolusi Jihad yang diselenggarakan Bina Pemuda Jawa Timur dan Museum NU Surabaya, di Halaman Museum NU Jalan Gayungsari Timur 35 Surabaya, Sabtu malam (21/11/15).

Nahdlatul Ulama harus melestarikan cagar budaya peninggalan para ulama seperti halnya gedung markas besar ulama di sekitar Waru Sidoarjo. “ Dulu di sekitar Waru ada MBO (Markas Besar Oelama) tempat berkumpulnya para ulama yang diupimpin Mbah Wahab (KH Wahab Chasbullah) untuk perjuangan 10 November 1945 , Mbah Wahab yang mengkoordinir Kiai-kiai sepuh disitu, “ujarnya

Untuk itu ketika era Walikota Almarhum Sunarto, dirinya meminta agar rumah di Waru tersebut di beli, untuk dijadikan bukti sejarah , dan akhirnya dibeli lalu diberikan kepada NU Surabaya. “ Sekarang nggak tahu dimana nasibnya, saya berharap NU merawat gedung bersejarah tersebut, “tambahnya.

Untuk itu ketika era Walikota Almarhum Sunarto, dirinya meminta agar rumah di Waru tersebut di beli, untuk dijadikan bukti sejarah , dan akhirnya dibeli lalu diberikan kepada NU Surabaya. “ Sekarang nggak tahu dimana nasibnya, saya berharap NU merawat gedung bersejarah tersebut, “tambahnya.

Selain itu, pihaknya berharap momentum Resolusi Jihad yang dicetuskan para Kiai Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1945, hendaknya dijadikan semangat para generasi muda NU untuk menghidupkan kembali berbagai kegiatan bernilai budaya Islam Ahlusunnah Wal Jamaah guna menumbuhkan kembali rasa nasionalisme.

“Nilai-nilai Aswaja harus ditumbuhkan lagi di Surabaya, seperti kegiatan Manakiban atau lailatul ijtima’, karena hal ini menjadi salah satu ciri khas NU. Dahulu, para Kiai memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menumbuhkan rasa nasionalisme kebangsaan, “ungkap Cak Anam panggilan akrab Drs.Choirul Anam.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Jawa Timur Ir.Achmad Soekardi momentum Resolusi Jihad hendaknya menjadi refleksi bersama untuk mengusir penjajahan dan melawan segala bentuk intervensi dalam kebijakan ekonomi, politik, reformasi hukum demi mewujudkan cita-cita awal pendiri bangsa ini yaitu mensejahterakan rakyat Indonesia.

“ Tantangan saat ini yang harus dihadapi dalam semangat jihad adalah menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), untuk membuka koridor baru yang harus dipetik manfaatnya oleh Jawa Timur . Karenanya, tuntutan untuk menajadi super koridor adalah tuntutan globalisasi, “ujarnya

Dengan semangat resolusi jihad tersebut , Jawa Timur bertekad menjadi basis perdagangan, industri dan investasi dan tenaga kerja ahli. Jawa timur juga harus membangun regulasi yang bisa memihak pada pelayanan public upaya-upaya dalam menghadapi MEA 2015, diantaranya membangun SMK Mini, membuat dan memperkuat perwakilan perdagangan antar pulau dan membuat basis ekonomi dalam Negeri.

“Hal tersebut merupakan bentuk nasionalisme baru di era perdagangan bebas saat ini,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Museum NU Dr Muhibbin Zuhri yang mengatakan bahwa Kegiatan peringatan Resolusi Jihad tersebut dimaksudkan untuk mengajak para pemuda di Jawa Timur merevitalisasi semangat Resolusi Jihad di era reformasi guna bersama-sama mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam membangun bangsa.

“Revitalisasi jihad perlu dikobarkan kembali, misalnya dengan mendesak para penyelenggara Negara untuk meninjau kembali reformasi yang, ternyata, tidak membikin ketatanegaraan kita semakin baik, tetapi justru sebaliknya semakin buruk, “tegas Dr Muhibbin Zuhri Direktur Museum NU yang baru saja menjabat Ketua NU Surabaya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut juga bertujuan dari kegiatan Napak Tilas Resolusi Jihad ini adalah memunculkan kembali kesadaran terhadap peranan besar resolusi Jihad di bulan oktober 1945 dan berupaya untuk berpartisipasi dalam pelestarian nilai-nilai sejarah.

Kegiatan tersebut juag diisi orasi kebangsaan yang menampilkan budayawan clurit emas asal Madura, KH Zawawi Imron yang dihadiri oleh sekitar 500 kalangan pemuda Nahdliyin yang tergabung dalam Bina Pemuda Jawa Timur dan ormas Nahdhiyah Cinta Indonesia (NCI).

Selanjutnya pada keesokan harinya, Minggu (22/11/2015) akan dilakukan Napak Tilas menuju Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk berziarah ke makam para pencetus Resolusi Jihad yaitu KH Hasyim As’ary dan dan diteruskan ke Pondok Pesantren Tambakberas, berziarah ke makam KH Wahab Chasbullah. (KS/RED)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,596PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles