10.9 C
New York
Kamis, November 26, 2020

Buy now

OJK Dorong Pertumbuhan Industri Asuransi, Dana Pensiun dan Sistem Jaminan Sosial Nasional




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk memperkuat Industri Asuransi dan Dana Pensiun serta pelaksanaan Jaminan Sosial melalui berbagai forum yang diharapkan mampu menggali pengetahuan dan pengalaman dari berbagai Negara.

Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar Seminar Internasional dengan tema “Ensuring Financial Sustainability of Insurance, Pension and Social Security Systems: Challenges and Opportunities” di Bali pada 7 dan 8 September 2015.

Acara International Conference ini dihadiri 300 peserta dari dalam maupun luar negeri termasuk dari kementerian, industri asuransi, industri dana pensiun, asosiasi jasa keuangan terutama asosiasi asuransi dan dana pensiun, pengawas, akademisi, BPJS, dan sektor lain.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dalam sambutannya mengatakan bahwa industri Asuransi, Dana Pensiun dan Sistem Jaminan Sosial Nasional memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian nasional, mengingat karakternya bisnis yang jangka panjang.

“Sektor ini memiliki kapasitas untuk menjadi sumber stabilitas keuangan di saat krisis, serta bisa menjadi dana pembangunan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur masa depan Indonesia. OJK sangat mendukung pertumbuhan tiga sektor ini menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya, Senin (7/9/2015).

Forum ini menurut Muliaman, juga menjadi ajang bagi OJK dan pelaku industri asuransi di Indonesia untuk belajar melalui pengalaman negara lain terkait implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Baik dalam mengenai tantangan, pendekatan terhadap solusi dan keputusan-keputusan yang dilakukan pada kondisi tertentu,” terang Muliaman.

Implementasi SJSN sangat penting untuk terus dikembangkan mengingat Indonesia termasuk negara rawan bencana, sehingga Indonesia harus banyak belajar melalui pengalaman negara lain bagaimana mengatasi bencana alam dan memitigasi akibat yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

Seminar Internasional ini juga diharapkan dapat memunculkan berbagai pemikiran dan solusi atas tantangan-tantangan program Industri Keuangan Non Bank ke depan, antara lain rendahnya penetrasi asuransi (persentase premi asuransi dari produk domestik bruto) dan jumlah tenaga ahli yang masih terbatas.

Menurut Muliaman, perkembangan aset asuransi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan perkembangan GDP Indonesia, menyebabkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi Indonesia tahun 2014, yaitu, sebesar 2,14%.

“Tingkat penetrasi ini masih jauh jika dibandingkan dengan negara-negara lain dan bahkan diantara negara-negara ASEAN, seperti Singapura yang memiliki tingkat penetrasi sebesar 4.3%, dan Malaysia dengan tingkat penetrasi sebesar 3%,” terangnya.

Salah satu hal yang menjadi penyebab rendahnya penetrasi asuransi adalah kurangnya jumlah tenaga ahli yang dapat memaksimalkan penggunaan ilmu statistik terapan dan ilmu aktuaria agar dapat mendukung perkembangan IKNB.

Saat ini, sumber daya manusia pada perusahaan asuransi dan dana pensiun belum dapat memahami dan mengelola risiko berdasarkan kapasitas perusahaan masing-masing yang menyulitkan perusahaan untuk berkembang secara optimal.

Tantangan berikutnya menurut Muliaman adalah implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu bagaimana mempertahankan pendanaan yang terus menerus terhadap SJSN dan melaksanakan administrasi yang baik mengingat banyaknya jumlah peserta dan jumlah dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan SJSN.

Perkembangan industri  IKNB, berdasarkan data statistik OJK, sampai dengan bulan Juli 2015 adalah total aset sebesar Rp1.496,15 triliun, aset industri asuransi Rp775,34 triliun, sedangkan aset dana pensiun adalah sebesar Rp196,64 triliun. (Edmen Paulus)




Related Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,453PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Lapangan Yonif Raider 500/Sikatan, jadi Ajang Adu Kemampuan Prajurit Kodim Surabaya Utara

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Profesionalisme dan kemampuan prajurit Kodim 0830/Surabaya Utara, kembali diuji.  Kali ini, keahlian menembak prajurit di bawah kendali Kolonel Inf Sriyono itu, dibuktikan...

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...