34 C
New York
Selasa, Agustus 9, 2022

Buy now

Pemerintah Tak Akan Cabut Subsidi Tarif Listrik Pelanggan 450 VA dan 900 VA Dalam Waktu Dekat

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan menangguhkan rencana pencabutan subsidi listrik bagi sebagian pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA.

Kesimpulan ini didasrkan pada hasil awal rapat terbatas kabinet, yang menilai usulan pencabutan subsidi listrik dianggap belum mendesak untuk dilakukan. Karena menurut Darmin, sejauh ini PLN sudah banyak melakukan langkah efisiensi dalam penggunaan BBM atau input energi penghasil listrik.

“Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan sejauh mana langkah efisiensi yang telah dilakukan PLN ini dulu,” katanya di Jakarta, Jumat (6/11/2015).

Menurutnya, bila efisiensi cukup signifikan, maka langkah pencabutan subsidi listrik tidak perlu dilakukan, karena meski anggaran subsidi listrik memang turun, tetapi biaya energi PLN juga sudah turun banyak.

“Memang, pemerintah dalam rapat itu belum tuntas. Kita perintahkan rekonsiliasi data dulu,” terang Darmin.

Diketahui, sebelumnya pemerintah melalui Kementerain Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan mengurangi pelanggan listrik 450 VA dan 900 VA yang jumlahnya mencapai sekitar 45 juta rumah tangga. Dengan tujuan untuk mengurangi biaya subsidi listrik kepada pengguna listrik dengan kapasitas tersebut.

Hal ini dilakukan mengingat berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah pelanggan berkategori masyaraat miskin yang berhak atas dua klasifikasi tersebut hanya 24,7 juta rumah tangga.

Oleh karena itu, PT PLN dan TNP2K berencana untuk melakukan sensus langsung terhadap pengguna listrik bersubsidi untuk memangkas pelanggan yang tidak berhak atas subsidi. Dan pengguna yang tidak berhak tersebut, akan dikonversi untuk menggunakan listrik golongan 1.300 VA.

Kebijakan tersebut semula direncanakan akan mulai berlaku di awal 2016. Namun sepertinya saat ini pemerintah ingin agar data penduduk yang berhak menerima subsidi benar-benar akurat agar kebijakan konversi atau pengurangan subsidi tersebut tidak menimbulkan masalah baru.

Kebijakan konversi atau pengurangan subsidi ini bagi sebagian pengamat, dikhawatirkan dapat berpotensi meningkatkan kelompok masyarakat rentan miskin hingga lima juta kepala keluarga.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, hHal ini justru dapat meningkatkan jumlah tunggakan PLN karena migrasi yang dilakukan tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengungkapkan, PLN tetap akan mencabut subsidi listrik 23 juta pelanggan secara bertahap, di mulai wilayah Jabodetabek sebesar 4 juta sampai 5 juta KK. Maka, untuk keluarga yang masih menikmati subsidi tapi tidak memiliki kartu miskin akan diarahkan untuk menaikkan daya listrik menjadi 1300VA. (Ep)

Related Articles

Stay Connected

22,764FansSuka
3,432PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles