PLN Terus “Paksa” Rakyat Pakai Token

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, telah meminta PT PLN (Persero) untuk membebaskan masyarakat untuk memilih dalam pemasangan listriknya, apakah memakai sistem  prabayar (token) atau meteran listrik pascabayar.

Selama ini disinyalir PLN selalu memaksa pelanggan untuk pakai listrik prabayar untuk pelanggan barunya. Bahkan terkesan masyarakat tidak akan bias mendapat listrik kalau tidak menggunakan token.

Menjawab hal ini, Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan bahwa PLN tidak pernah memaksa pelanggan baru pakai token, tetapi hanya mendorong masyarakat pakai listrik bertoken karena banyak keuntungannya.

“Tidak ada kewajiban pakai listrik prabayar. Hanya kita memang mengarahkan pelanggan untuk menggunakan prabayar supaya memudahkan. Kita tidak mau lagi ada orang kesusahan tidak bisa bayar listrik, kemudian listriknya telat bayar kemudian dicabut,” katanya ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa malam (8/9/2015).

Menurut Sofyan, penerapan listrik dengan token itu dipercaya bisa mendidik masyarakat untuk hemat energi, tidak sembarang pakai listrik seperti ketika masih bayar listrik di akhir bulan.

“Mereka keluar (rumah) nggak perlu listrik AC, AC dimatikan. Televisi tidak perlu, dimatikan. Jadi mereka pakai energi sesuai kebutuhan mereka. Lebih simpel,” ujarnya.

Persoalannya kemudian, apakah itu kemudian harus menjadikan PLN “memaksa” pelanggan baru harus pakai token ? Bukanya masyarakat bebas memilih system mana (token atau pasca bayar) yang sesuai dengan kemampuannya ?

“Pemaksaan” PLN untuk menggunakan system token untuk pelanggan baru ini juga diakui oleh salah seorang pengembang yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengatakan kalau pakai system pasca bayar prosesnya sepertinya dipersulit dan cukup lama.

“Apa cara-cara seperti ini bukan bentuk pemaksaan terselubung yang di lakukan PLN untuk memaksa pelanggan memakai system token ?” katanya, Jumat (11/9/2015).

Lebih jauh, sumber tersebut juga menyampaikan, apakah seperti dikemukakan dirut PLN kalau menggunakan system token masyarakat bisa lebih hemat dan yang pakai pasca bayar lebih boros dan tidak mau berhemat ?

“Saya rasa PLN terlalu naif dan meremehkan masyarakat kita, kalau hanya melihat boros dan hemat listrik hanya dari penggunaan system token atau pasca bayar,” pungkasnya.  (Edmen Paulus)

Leave a Reply