Polrestabes Surabaya Siap Bersinergi Dengan NU Surabaya Perangi Kejahatan Asusila

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya akan bersinergi dengan Nahdaltul Ulama dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam masyarakat, guna menurunkan angka kejahatan yang berlatar belakang kenakalan remaja dan seksual.

Hal ini diungkapkan Kapolrestabes Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Imam Sumantri saat berkunjung di Kantor Nahdlatul Ulama Surabaya, Selasa malam (17/5/2016).

“Sejak adanya kasus Yuyun, ini adalah momentum semua pihak untuk bersama-sama kembali meningkatkan kembali upaya penerepan nilai-nilai moral di masyarakat,” ujarnya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Imam Sumantri berkunjung ke kantor Nahdlatul Ulama Surabaya, Selasa (17/05/2016)

Ia menambahkan dalam upaya mengurangi tingkat kejahataan dikalangan remaja pihaknya juga berupaya memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya para Ibu-Ibu rumah tangga, yang saat ini sebagaian besar sibuk bekerja karena membantu ekonomi keluarga.

“Sekarang ini perhatian orang tua sangat penting, untuk itu Polrestabes telah memerintahkan kepada para Polwan untuk membantu memberikan penyuluhan pada ibu-ibu bagaimana mendidik dan mengarahkan putra-putrinya,” tambahnya.

Selain itu pihaknya juga tidak keberatan dengan usulan NU Surabaya dan Gerakan Pemuda Ansor Surabaya, untuk bersinergi dalam menekan angka kenakalan remaja dengan jalan menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan cara berpatroli bersama.

Tidak hanya itu, Polrestabes Surabaya bersama NU Surabaya akan menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa dan Kota Surabaya, sekaligus dalam rangka hari jadi Kota Surabaya yang direncanakan awal juni 2016, jelang bulan suci ramadhan.

“Kami berharap dengan doa akbar Surabaya menjadi aman, karena kedepan Surabaya banyak hajatan mulai hajatan lokal hingga Internasional. Dengan Doa para Kiai NU, diharapkan mampu menjaga kebaikan, karena semua ingin bagus dan ingin baik,” ujar Imam Sumantri.

Sementara itu Wakil Ketua NU Surabaya Dr Muhibbin Zuhri meminta kepada Polrestabes Surabaya untuk selalu menegakkan aturan, khususnya perihal penjualan minuman keras dan minuman beralkohol, serta kelompok-kelompok yang berupaya mengganti prinsip dasar negara Pancasila.

“Kami juga mengingatkan kembali pada Polrestabes, tentang penutupan tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadhan yang sudah tertuang dalam perjanjian,” pungkasnya.

Acara pertemuan ini, selain dihadiri sejumlah Perwira Polisi dilingkungan Polrestabes Surabaya dan jajaran NU Surabaya, juga dihadiri pengurus harian dan lembaga serta Pimpinan GP Ansor Surabaya. (EP)

Leave a Reply