11 C
New York
Senin, Oktober 26, 2020

Buy now

Risma Luncurkan Kampung Wisata Berbasis Masyarakat




SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Walik ota terpilih Surabaya Tri Rismaharini bersama Direktur SDM dan Umum PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Toto Heli Yanto, meluncurkan destinasi wisata eksotik, Kampung Lawas Maspati, di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/1/2016).

Risma Luncurkan Kampung Wisata Berbasis Masyarakat

Peresmian tersebut sekaligus menandai penyelenggaraan Festival Kampung Lawas Maspati 2016, yang diselenggarakan secara swadaya oleh warga kampung itu sendiri.

“Pemerintah Kota Surabaya sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang berbasis masyarakat atau dikelola mandiri oleh warga. Ini akan terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan destinasi wisata lain, sebagai sebuah paket kunjungan agar lebih menarik,” kata Risma usai acara.

Sementara itu, Sabar, Ketua RW VIII yang juga pegiat pariwisata, mengungkapkan, dengan diresmikannya Kampung Lawas Maspati sebagai kampung wisata, menjadi tonggak kebangkitan wong kampung (warga kampung) untuk terus aktif berkreasi dan bertahan di era globalisasi, dengan tidak kehilangan identitasnya sebagai orang kampung Surabaya asli atau arek Suroboyo.

“Dengan diadakannya Festival Kampung Lawas, maka akan mengundang masyarakat untuk berkunjung ke kampung cagar budaya yang terletak tidak jauh dari Tugu Pahlawan ini,” tambahnya.

Lorong-lorong Kampung Maspati sejak dari dahulu sudah menjadi saksi sejarah panjang Kota Surabaya. Ada banyak tempat bersejarah di sana, mulai dari rumah yang dulunya sekolah desa pada masa pendudukan Belanda yang disebut Sekolah Ongko Loro (angka dua).

Kemudian ada bangunan bekas pabrik roti milik Haji Iskak yang juga pernah menjadi dapur umum kala pertempuran bersejarah, 10 November 1945. Bangunan tersebut sejak tahun 1958 hingga kini beralih fungsi menjadi Losmen “Asri” dengan tegel dan arsitektur antiknya.

“Masih banyak bangunan peninggalan kolonial lain dengan langgam arsitektur khas Indis hingga ekletis (campuran) di sana,” tambah Sabar.

Ia juga menegaskan bila warga dan pemerintah sepaham bahwa dengan dikelolanya Kampung Maspati sebagai destinasi wisata, maka kelestarian berbagai bangunan cagar budaya yang ada di sana dapat dikelola dengan baik.

“Setelah menjadi kampung wisata, warga dapat turut aktif mengelola kegiatan wisata kampung sehingga mendapatkan tambahan pemasukan,” ujarnya.

Usaha untuk memupuk kemandirian perekonomian warga kampung akan semakin terwujud, karena PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III turun tangan mendukung warga melalui Program Bina Lingkungan dan Kemitraannya (PKBL/CSR).

BUMN kepelabuhan yang mengelola 43 pelabuhan di 7 provinsi di Indonesia itu, pada tahun 2015 lalu telah membangun ruang serba guna di tengah kampung.

“Dulu kami membantu mendirikan bangunan serba guna dengan harapan dapat menjadi tempat bagi warga untuk melakukan berbagai kegiatan, termasuk berdiskusi memajukan kampungnya. Kini harapan itu terwujud dengan diresmikannya kampung wisata,” kata Direktur SDM dan Umum Pelindo III, Toto Heli Yanto, yang turut hadir.

Toto Heli Yanto juga menegaskan bahw Pelindo III akan turut aktif mempromosikan adanya kampung ini ke para turis kapal pesiar (cruise) internasional yang sandar di terminal penumpang megah Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, untuk singgah ke Kampung Lawas Maspati.

“Kebanyakan turis cruise yang umumnya lanjut usia, cenderung menyukai berkunjung ke lokasi bersejarah di Indonesia yang bagi mereka eksotik dan bertautan dengan sejarah mereka sendiri,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Pelindo III juga siap memberi suntikan modal untuk pengembangan usaha rumahan para warga. Warga Kampung Maspati memiliki sejumlah produk unggulan, seperti sirup buah markisa, minuman tradisional cincau, dan aneka produk kerajinan tangan berupa hiasan, souvenir, hingga pakaian. (EP)




Related Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Stay Connected

20,832FansSuka
2,401PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Huawei Segera Hadirkan Jam Tangan Pintar

JAKARTA (kabarsurabaya.com) - Wearable tech atau teknologi wearable saat ini menjadi salah satu sektor dengan perkembangan tercepat dalam industri teknologi, era baru perangkat wearable menyediakan konektivitas tanpa batas dan sensor...

Hebat!! 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

SURABAYA (KabarSurabaya.com) - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya...

Daihatsu Perbarui Fitur Smart Assist IIIt pada Hijet dan Atrai di Jepang

JEPANG (kabarsurabaya.com) Daihatsu Motor Co., Ltd. di Jepang kembali melakukan pembaruan pada sebagian fitur kendaraannya, yakni pada kendaraan niaganya melalui Hijet Truck dan Hijet...

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law di Surabaya

SURABAYA (kabarsurabaya.com) Aksi demo yang menolak penetapan Omnibus Law (Getol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (8/10/2020) berakhir ricuh. Massa merusak pagar berduri...

Biaya Bersalin di Surabaya Gratis 

SURABAYA (kabarsurabaya.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggalakkan Program Jaminan Persalinan (Jampersal). Hal ini sebagai upaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil...