Sushi Tei dan Sushi Kiosk Luncurkan ‘One Million Cranes for A Better Future’ untuk Anak-anak Penderita Kanker di Indonesia

JAKARTA (kabarsurabaya.com) – Sushi Tei dan Sushi Kiosk sebagai jaringan restoran Jepang terkemuka yang telah cukup lama menjadi bagian dari pengalaman kuliner masyarakat Indonesia, meluncurkan gerakan ‘One Million Cranes for A Better Future’. Ini adalah kegiatan kreatif melipat origami bangau untuk didonasikan kepada anak dengan kanker di Indonesia.

‘One Million Cranes for A Better Future’ merupakan sebuah kegiatan yang terinspirasi dari legenda Jepang, menceritakan seseorang yang berupaya melipat seribu origami berbentuk bangau hingga akhirnya permohonannya terkabul dan mendapatkan keberuntungan, umur panjang atau kesembuhan dari penyakit.

(dari kiri ke kanan) : Aniza Alatas, Bendahara Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Ira Soelistyo, Founder Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Henky Pho,General Manager Sushi Kiosk dan Vera Kusliawan, Marketing Manager Sushi Tei Indonesia, pada saat peluncuran gerakan ‘One Million Cranes for A Better Future’ di Sushi Tei – Senayan City, Jakarta.

“Legenda ini sangat populer di Jepang dan seluruh dunia karena memberikan semangat yang positif akan sebuah harapan kesembuhan dan juga mengandung usur kreatifitas, sehingga terpilih untuk kami adaptasi dalam kegiatan Sushi Tei dan Sushi Kiosk di Indonesia,” ujar Vera Kusliawan, Marketing Manager Sushi Tei Indonesia di Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Dengan mengusung semangat perayaan Hari Anak Nasional tahun 2015 yang mengangkat tema ‘Anak Indonesia sehat, kreatif, dan berakhlak mulia’, menurut Vera sangat tepat jika kegiatan ‘One Million Cranes for A Better Future’ ini mulai digerakkan.

“Membuat origami bagi anak-anak tentunya menyenangkan, anak akan memperoleh edukasi kreatif yang fun. Sambil menikmati menu sushi, anak bisa sambil bermain sekaligus ikut diajak peduli pada sesame,” jelasnya.

Dijelaskan Vera, pihaknya memberikan kesempatan kepada seluruh pelanggan Sushi Tei dan Sushi Kiosk, baik itu anak-anak maupun orang dewasa, untuk melipat origami berbentuk bangau.

“Setiap origami bangau yang dihasilkan pengunjung akan dihitung senilai Rp. 100,- dan akan didonasikan kepada Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI),” ujar Vera.

Sementara itu, Ira Soelistyo, Founder Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia yang juga hadir di acara media session peluncuran gerakan One Million Cranes for A Better Future, menyambut baik dan mengapresiasi upaya yang dilakukan Sushi Tei dan Sushi Kiosk.

“Kami dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia merasa sangat diperhatikan dengan kegiatan ini, karena apa yang kami lakukan juga merupakan bentuk kasih, perhatian dan empati bagi anak dengan kanker di Indonesia bersama orang tua mereka,” terang Ira.

Lebih jaug Ira menjelaskan, sama halnya seperti anak Indonesia yang lain, anak dengan kanker juga memiliki hak untuk bermain dan belajar, serta mendapat perhatian juga perlindungan.

“Sudah saatnya kita peduli, berbagi, dan berbuat sesuatu untuk mereka yang sangat membutuhkan uluran tangan kita semua, guna mengurangi beban kehidupan mereka terlebih di saat kesedihan melanda karena buah hati menderita kanker.” terangnya.

‘One Million Cranes for A Better Future’ menurut Ira, menjadi sebuah kegiatan yang amat positif karena ada proses kreatif, pendidikan dan juga sikap peduli yang ditanamkan dalam kegiatan ini. Sehingga bentuk perhatian yang diterima tak hanya bersifat materi, namun juga bentuk upaya setiap anak, orang dewasa dan seluruh pelanggan yang telah menyisihkan waktu dan kreatifitas mereka.

“Wujud lipatan origami bangau menjadi bentuk kepedulian dan harapan mereka juga akan kesembuhan dari penyakit, inilah spirit yang juga kami butuhkan,” ujar Ira.

Periode kegiatan ini akan dimulai dari tanggal 13 Juli 2015 dan akan ditutup tanggal 31 Agustus 2015 di setiap gerai Sushi Tei dan Sushi Kiosk yang tersebar di Indonesia. Di setiap gerai akan tersedia kertas origami disertai dengan petunjuk melipat origami bangau.

Setiap orang dapat melipat origami bangau sebanyak mungkin untuk menghasilkan jumlah donasi yang lebih banyak. Sushi Tei maupun Sushi Kiosk tidak membatasi jumlah origami yang dibuat dan akan menghitung setiap origami yang dihasilkan.

Origami ini kemudian dikumpulkan dalam wadah berbentuk bangau yang disebut mini crane dan akan digabung menjadi satu di akhir periode untuk dihitung jumlah totalnya dan diubah dalam bentuk donasi.

Keseluruhan origami bangau hasil karya seluruh pelanggan nantinya akan dipamerkan saat penyerahan donasi kepada YKAKI di acara puncak tanggal 13 September 2015 di Food Society Kota Kasablanka, dengan ditandai bangau origami raksasa setinggi 3 meter yang nantinya akan dicatat oleh Museum Record Indonesia. (Edmen Paulus)

Leave a Reply