Unilever, WWF dan Hypermart Ajak Konsumen #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Dalam rangka memeringati hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April lalu, Unilever kembali meluncurkan kampanye brightFuture. Kali ini kampanye tersebut menggandeng World Wild Fund (WWF) dan Hypermart dalam menyelenggarakan program #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari, yang berlangsung mula 21 April hingga 17 Mei 2016.

Program ini dimaksudkan untuk mengajak konsumen secara aktif dalam menciptakan lingkungan yang lestari demi masa depan yang cerah. Hal ini sejalan dengan komitmen Unilever yang dituangkan dalam strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Unilever, WWF dan Hypermart Ajak Konsumen #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari

“Unilever Indonesia telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 82 tahun, dan kami ingin terus bertumbuh secara berkelanjutan untuk puluhan bahkan ratusan tahun ke depan,” ungkap Governance and Corporate Affairs Director & Corporate Secretary, PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso, melalui media release, Sabtu (30/4/2016).

Menurut Sancoyo, itu semua hanya bisa dicapai apabila pertumbuhan bisnis Unilever di Indonesia dapat membawa manfaat positif bagi lingkungan dan masyarakat. Strategi USLP merupakan bentuk nyata dari niat Unilever, karena terdapat target-target spesifik yang harus dipenuhi untuk mengurangi jejak lingkungan dan meningkatkan dampak sosial yang positif, melalui berbagai prakarsa yang dilakukan di sepanjang proses bisnis unilever,mulai dari hulu yakni pemilihan bahan baku, sampai hilir yakni bagaimana cara konsumen menggunakan produk dan membuang kemasannya.

“Konsumen, yang ada di bagian hilir dalam rantai bisnis kami, merupakan pihak yang mutlak harus dilibatkan apabila kami ingin menciptakan masa depan yang lebih cerah melalui cara berbisnis yang berkelanjutan,” tambah Sancoyo.

Ini karena 68% dari jejak karbon Unilever ternyata ada pada cara konsumen memakai produk, seperti memasak, mencuci, mandi sampai membuang kemasan produk. Dan Program #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari merupakan cara Unilever untuk menggandeng dan membangun kepedulian konsumen dalam memilih dan memperlakukan produk yang sehari-hari mereka pakai.

Konsumen bisa berkontribusi melalui berbagai hal, seperti menulis tips bagaimana cara melestarikan lingkungan di kolom comment status Facebook Unilever dengan tulisan #beliyangbaik. Atau juga konsumen juga bisa ikut berpartisipasi dengan cara datang ke booth brightFuture di Hypermart dan mengikuti kompetisi cerita bagaimana melestarikan lingkungan.

Selama masa periode kampanye ini, setiap pembelian produk Lipton, Bango, Lifebuoy, Pepsodent, Domestos, Dove, Molto, Rinso dan Pure It di Hypermart, konsumen secara otomatis ikut mendonasikan Rp 1.000 untuk program NEWtrees, yaitu penanaman 10.000 pohon di Cisarua (Jawa Barat), Jogjakarta dan Tulungagung bersama WWF.

Kami berharap melalui kerjasama antara Unilever, WWF dan Hypermart makin banyak konsumen yang tergerak untuk turut memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan,” jelas Head of Corporate Communications, PT Unilever Indonesia Tbk., Maria Dewantini Dwianto.

Di Jawa Timur, Indeks Perilaku Peduli Lingkungan berada pada angka 0.6 berada diatas rata – rata nasional 0.57. Angka tersebut menunjukan bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih belum sepenuhnya baik. Untuk itu, dalam upaya menularkan semangat melestarikan lingkungan kepada masyarakat, Unilever menyelenggarakan bincang-bincang kampanye brightFuture #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari di Hypermart, Royal Plaza, Sabtu 30 April 2016, bersama dengan Novita Angie, ibu sekaligus public figure yang tergabung dalam Moms Sweet Moms.

Novita Angie yang akrab disapa Angie ini berbagi tips dan cerita mengenai pentingnya lingkungan yang lestari bagi masa depan generasi mendatang. Salah satu hal yang disampaikan oleh Angie adalah bagaimana program ini mengingatkan konsumen lebih cermat dalam memilih kebutuhan sehari-hari, dengan memperhatikan lima hal sebelum membeli produk, yakni: (1) apakah fungsi produk sesuai yang dibutuhkan, (2) darimana bahan baku yang digunakan berasal, (3) bagaimana proses produk dibuat, (4) bagaimana kontribusi produk terhadap lingkungan dan masyarakat, 9%) apakah kemasan produk dapat didaurulang.

Sementara Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF Indonesia, Nyoman Iswarayoga mengatakan, pihaknya sangat antusias menjalankan program #beliyangbaik untuk lingkungan yang lestari bersama Unilever dan Hypermart.

“Melalui program ini, kami berharap bisa menginspirasi konsumen untuk melakukan perubahan gaya hidup, karena mengenal hak serta memahami perlindungan konsumen saja belum cukup. Konsumen juga perlu cermat dalam mengambil keputusan ketika membeli produk kebutuhan sehari-hari, khususnya mengetahui potensi dampak terhadap lingkungan dari produk yang akan dibeli,” terangnya. (EP)

Leave a Reply