Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Penjualan Datascrip

SURABAYA (kabarsurabaya.com) – Surabaya merupakan pusat distribusi piranti teknologi informasi (TI) dan perlengkapan kantor untuk kawasan timur Indonesia. Posisi inilah yang menjadikan Datascrip semakin agresif untuk merambah Kawasan Indonesia Timur.

Kantor baru Datascrip di Surabaya

Apalagi pada kenyataannya, tren penggunaan gadget dan barang TI di kawasan Indonesia Timur semakin meningkat. Hal ini diakui Direktur Pemasaran PT Datascrip Liana Setiawan yang mengatakan bahwa demografi Surabaya prospektif untuk dijadikan simpul (hub) perdagangan barang teknologi bagi kebutuhan bisnis di Indonesia Timur. Dari sisi biaya pun melalui Surabaya lebih murah daripada melalui Jakarta.

“Saya yakin, kelak Surabaya bukan hanya akan menjadi pusat distribusi produk-produk di Indonesia Timur, melainkan juga bisa menjadi sentra layanan servis dan purna jual,” jelas Liana dalam acara peresmian kantor Cabang Datasrip di Surabaya, Kamis (11/6/2015).

Sementara menjawab masalah pengaruh menguatnya rupiah, bagi penjualan datasrip menurut Liana hal itu tidak terlalu berpengaruh karena selain memiliki beragam produk, datascrip memegang bebberapa produk yang tetap diminati meskipun harganya meningkat, diantaranya adalah produk stationary.

“Kami juga sudah pernah mengalami krisis yang lebih berat lagi tahun 1998 saat dollar langsung melonjak dari Rp 2500 sampai Rp 15.000. Saat itu kami bias bertahan karena penjualan produk stationery yang tetap dibutuhkan meski harganya juga ikut naik,” jelasnya.

Begitu pula kondisi saat ini menurut Liana, dengan kondisi dolar yang sedang menguat ada sector lain yang dimiliki datasrip yang menjadi unggulan saat ini yaitu furniture karena banyak perusahaan asing yang dulunya selalu minta furniture import, sekarang justru memilih produk local.

“Ini adalah peluang yang cukup besar bagi datacrip yang juga menyediakan office furniture local,” pungkas Liana.

Karena itu ia tetap optimistis penjualan Datascrip di tahun ini tetap akan tumbuh lebih dari dua digit. Di tahun 2014 lalu pertumbuhan penjualan tercatat meningkat 15%. (Edmen Paulus)

Leave a Reply