Ning Lia Apresiasi Peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, Pendidikan Jadi Garda Terdepan Bentengi Generasi
Surabaya ( KABAR SURABAYA) – Peluncuran Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia mendapat respons positif dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Program ini merupakan bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika “Dimulai dari Anak Bersih Narkoba” (ANANDA BERSINAR), yang menempatkan lingkungan pendidikan sebagai basis utama pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Agenda peluncuran IKAN juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada sejumlah kepala daerah serta insan pendidikan yang dinilai aktif dalam gerakan pencegahan narkoba.
Ning Lia, sapaan akrabnya, menilai integrasi materi anti narkoba ke dalam kurikulum tanpa menghadirkan mata pelajaran baru merupakan strategi yang tepat dan relevan dengan kebutuhan saat ini.
“Integrasi materi anti narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler adalah langkah efektif. Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba,” ujar Lia dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, pendekatan IKAN sejalan dengan model pembelajaran berbasis pencapaian konsep (concept learning) yang menekankan pemahaman secara menyeluruh. Dalam konteks pendidikan anti narkoba, peserta didik tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memahami dampak dan risikonya sehingga mampu membangun ketahanan diri.
Menurutnya, metode pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis serta aktif mengeksplorasi materi akan memperkuat penanaman nilai-nilai anti narkoba sejak dini.
Lebih lanjut, Lia mendorong adanya kolaborasi lintas sektor agar implementasi IKAN dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan di seluruh daerah. Dengan sinergi yang kuat, kurikulum ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkotika, tetapi juga membentuk karakter serta memperkuat daya tangkal pelajar terhadap potensi penyalahgunaan.
“Integrasi Kurikulum Anti Narkoba dapat diterapkan secara luas di seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan bebas narkoba,” pungkasnya.
