Tokoh KNPI Jatim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Tidak Mudah Terprovokasi

Himawan probo pamungkas


SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Tokoh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Jawa Timur, Himawan Probo Pamungkas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

Hal tersebut disampaikan Himawan dalam keterangannya pada Jumat (6/3/2026). Ia menegaskan bahwa situasi yang aman, damai, dan harmonis merupakan modal penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah, termasuk dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di Jawa Timur.

Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di daerah.

“Situasi yang aman dan kondusif adalah modal penting bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama di media sosial, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya,” ujar Himawan.

Ia menilai, penyebaran informasi yang tidak akurat atau bersifat provokatif dapat memperkeruh situasi dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia, juga dapat berdampak terhadap berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi, investasi hingga kehidupan sosial masyarakat.

Lebih lanjut, Himawan mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemerintah daerah untuk terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Jawa Timur pada umumnya dan di Kota Surabaya pada khususnya. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita lebih objektif dalam menyikapi setiap persoalan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan dialog apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat. Menurutnya, setiap permasalahan sebaiknya dikaji secara mendalam dan dikomunikasikan dengan pihak yang berkompeten agar dapat ditemukan solusi tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Apabila ada permasalahan di tengah masyarakat, sebaiknya dikaji lebih dalam dan dikomunikasikan dengan pihak yang berkompeten. Dengan begitu kita bisa menjaga suasana tetap kondusif serta menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik,” tambahnya.

Selain itu, Himawan juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, terutama di tengah momentum bulan suci Ramadan. Ia menilai Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan toleransi, serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Bulan Ramadan adalah momentum yang sangat baik untuk memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga kerukunan serta memperkuat semangat persatuan di Jawa Timur,” ujarnya.

Himawan juga menegaskan bahwa menjaga kondusivitas wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat persatuan, toleransi, serta saling menghormati, ia optimistis masyarakat Jawa Timur mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang tengah berjalan.

“Menjaga kondusivitas wilayah adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara. Dengan semangat persatuan dan kesatuan serta toleransi yang tinggi, kita dapat menciptakan masyarakat yang beradab sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan di daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *