Sumpah Pemuda 2026, Azhar Kahfi Desak Pemkot Surabaya Buka Lebih Banyak Peluang bagi Anak Muda

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi.

SURABAYA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas kesempatan generasi muda dalam mengakses pendidikan, memperoleh pekerjaan, dan mengembangkan kreativitas.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendorong agar semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan ruang lebih luas bagi anak muda untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan kota.

Menurut Azhar, tantangan generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga kesiapan memasuki dunia kerja dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, program kepemudaan perlu dirancang agar menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Beasiswa Pemuda Tangguh. Azhar menilai program tersebut perlu diintegrasikan dengan pelatihan keterampilan dan koneksi dengan kebutuhan industri, sehingga penerima beasiswa tidak hanya memperoleh dukungan pendidikan, tetapi juga memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya didorong memperluas fasilitas kreatif sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan, menghasilkan karya, dan membangun jejaring. Dukungan terhadap usaha rintisan atau startup juga perlu diperkuat agar kreativitas anak muda dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Azhar turut menyoroti perlunya perhatian terhadap pekerja lepas (freelancer) dan kreator digital. Perkembangan ekonomi digital telah membuka berbagai peluang baru, sehingga perlu diimbangi dengan dukungan peningkatan keterampilan, akses terhadap kesempatan kerja, dan kebijakan yang sesuai dengan karakter pekerjaan mereka.

Tak kalah penting, Azhar meminta generasi muda dilibatkan secara aktif dalam perencanaan pembangunan daerah. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan kanal komunikasi publik perlu menjadi ruang bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi serta memberikan masukan terhadap kebijakan yang menyangkut masa depan mereka.

Pelibatan tersebut dinilai penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya disusun berdasarkan sudut pandang birokrasi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan gagasan generasi muda.

Azhar berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa kemajuan Surabaya membutuhkan partisipasi seluruh generasi. Pemerintah kota, menurutnya, perlu menghadirkan ekosistem yang mendukung anak muda untuk belajar, bekerja, berwirausaha, berkreasi, dan terlibat dalam pembangunan.

Dengan terbukanya akses dan kesempatan yang lebih luas, semangat persatuan serta perjuangan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 diharapkan terus hidup melalui kontribusi nyata generasi muda bagi Kota Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *