DPAC Jawara Bersatu Kritik PT Suparma Tbk, Lingkungan dan Infrastruktur Disorot
Surabaya ( KABAR SURABAYA) – Warga RT 01 RW 02 Kelurahan Warugunung, Kecamatan Karang Pilang, menyuarakan keberatan atas sejumlah persoalan di lingkungan mereka, mulai dari dugaan minimnya kontribusi perusahaan hingga proses pemasangan tiang listrik di kawasan setempat.
Keberatan tersebut disampaikan oleh Ketua DPAC LSM Jawara Bersatu Karang Pilang, Sudarsono, yang juga merupakan warga setempat. Ia menyoroti keberadaan PT Suparma Tbk yang dinilai belum memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, Sudarsono juga mempertanyakan proses pemasangan tiang listrik yang berada di Jalan Mastrip, Warugunung, tepatnya di depan area PT Suparma Tbk. Ia menilai, pemasangan tersebut seharusnya melalui komunikasi dan sosialisasi yang jelas kepada warga terdampak.
“Kami sebelumnya sudah menyampaikan keberatan. Proses pemasangan tiang listrik ini perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, jangan sampai terkesan sepihak,” ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan dari aktivitas industri, seperti asap yang dianggap mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Menurut Sudarsono, perusahaan seharusnya menunjukkan tanggung jawab sosial yang nyata kepada warga sekitar, baik melalui program CSR maupun kontribusi langsung terhadap lingkungan dan fasilitas umum.
Warga pun berharap adanya transparansi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai proses perizinan dan pelaksanaan pemasangan infrastruktur tersebut, serta solusi atas dampak lingkungan yang dirasakan.
Sudarsono menegaskan, pihaknya bersama warga akan terus mendorong adanya dialog terbuka antara masyarakat, perusahaan, dan pihak berwenang guna mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.
Sementara itu, saat dilakukan upaya konfirmasi, pendamping HRD PT Suparma Tbk, Dimas, belum memberikan tanggapan. Nomor telepon seluler yang dihubungi melalui aplikasi WhatsApp hanya berdering tanpa ada jawaban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Suparma Tbk maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
