Duka di Yos Sudarso, Reni Astuti Kenang Cak Awi sebagai Sosok Sederhana dan Teguh Membela Wong Cilik
Anggota DPR RI Reni Astuti.
SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso, Kamis (12/2/2026). Anggota DPR RI Reni Astuti hadir di tengah barisan pelayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.
Di ruang penghormatan terakhir, Reni tampak tak kuasa menahan emosi. Matanya berkaca-kaca saat menatap peti jenazah sosok yang akrab disapa Cak Awi itu. Kepergian Cak Awi menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga besar PDI Perjuangan, tetapi juga bagi kolega lintas partai dan masyarakat Surabaya.
Bagi Reni, Cak Awi bukan sekadar rekan dalam dunia politik. Hubungan keduanya telah terjalin lebih dari satu dekade, sejak sama-sama bertugas di Komisi C DPRD Surabaya periode 2009–2014. Kebersamaan itu berlanjut saat keduanya berada di jajaran pimpinan dewan.
“Saya mengenal Pak Adi sudah cukup lama. Sejak di Komisi C periode 2009–2014, lalu sama-sama di pimpinan dewan. Saya melihat langsung bagaimana dedikasi beliau untuk Kota Surabaya,” ujar Reni.
Dalam pandangan Reni, Cak Awi adalah antitesis dari hiruk-pikuk politik yang kerap keras dan penuh intrik. Ia menyebut almarhum sebagai pribadi yang sederhana, tenang, namun memiliki integritas kuat dalam memegang prinsip.
“Pak Adi adalah sosok yang sederhana, tenang, tetapi sangat teguh dalam memegang prinsip, baik dalam kehidupan sosial maupun politik. Di balik ketenangannya, ada ketegasan untuk memperjuangkan apa yang menurutnya benar,” tutur politisi perempuan tersebut.
Reni juga menilai Cak Awi memiliki peran penting dalam menjaga harmoni antara legislatif dan eksekutif. Menurutnya, berbagai program kerakyatan di Surabaya dapat berjalan baik karena dukungan dan komitmen almarhum terhadap kebijakan yang berpihak pada wong cilik.
“Selama menjadi wakil rakyat, Pak Adi memiliki andil besar dalam kepemimpinan DPRD. Beliau sangat suportif terhadap program-program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga layanan kesehatan gratis,” jelasnya.
Prosesi penghormatan terakhir turut dihadiri jajaran Forkopimda Surabaya, tokoh masyarakat, serta warga yang ingin melepas kepergian salah satu putra terbaik Kota Pahlawan itu.
Menutup kenangannya, Reni menyampaikan doa tulus bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Pak Adi adalah orang yang sangat baik, bersahaja, dan dicintai publik. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya,” pungkas Reni sebelum meninggalkan lokasi menuju pemakaman.
