Tangis Haru Warnai Pembacaan Riwayat Hidup Cak Awi, Laila Mufidah: Kami Kehilangan Sosok Pengayom

Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat membacakan karir politik Mendiang Dominikus Adi Sutarwijono.


SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Suasana duka menyelimuti upacara penghormatan terakhir almarhum yang akrab disapa Cak Awi. Prosesi diawali dengan pembacaan riwayat hidup oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah. Suasana mendadak hening saat perjalanan panjang pengabdian almarhum di dunia politik Surabaya dibacakan di hadapan para pelayat.


Dengan suara bergetar, Laila menuturkan satu per satu jejak perjuangan Cak Awi, mulai dari awal kiprahnya hingga menjadi sosok yang dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat. Tangis pun pecah di tengah pembacaan, mencerminkan rasa kehilangan yang begitu mendalam.


Dalam riwayat hidupnya, Cak Awi dikenal sebagai pribadi sederhana, pekerja keras, dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya wong cilik. Dedikasinya di panggung politik Surabaya disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan dan dinamika demokrasi di Kota Pahlawan.


Usai prosesi, Laila Mufidah menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian almarhum.


“Kami semua sangat kehilangan. Beliau bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sosok pengayom dan panutan bagi kami. Cak Awi adalah pribadi yang rendah hati, selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” ujar Laila dengan mata berkaca-kaca.


Ia menambahkan, semangat pengabdian almarhum akan menjadi teladan bagi seluruh anggota dewan.


“InsyaAllah apa yang telah beliau perjuangkan untuk masyarakat Surabaya akan kami lanjutkan. Dedikasi dan ketulusannya menjadi pengingat bagi kami bahwa politik sejatinya adalah tentang melayani,” tegasnya.


Kepergian Cak Awi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar DPRD Surabaya dan masyarakat yang selama ini merasakan langsung kepeduliannya. Doa-doa terus mengalir, mengiringi kepergiannya sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah ia berikan untuk Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *