Menko Pangan Zulkifli Hasan Rakor MBG di Jatim, Sempatkan Santuni Anak Panti di Surabaya


Surabaya ( KABAR SURABAYA) – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, Kamis (19/2/2026), dalam rangka rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Provinsi Jawa Timur.


Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan implementasi program pemenuhan gizi bagi pelajar dan masyarakat rentan. Rakor tingkat provinsi ini diharapkan mampu memastikan pelaksanaan MBG berjalan efektif, tepat sasaran, serta berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PAN, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengatakan bahwa agenda utama kunjungan Menko Pangan adalah memastikan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program strategis tersebut.


“Rapat koordinasi MBG menjadi fokus utama. Harapannya, program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak,” ujar Zuhrotul, Kamis (19/2).


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari kebijakan nasional di sektor pangan dan gizi yang menyasar pelajar sebagai upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan generasi muda. Melalui koordinasi lintas sektor di tingkat provinsi, pemerintah menargetkan distribusi dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih terstruktur.


Selain agenda resmi, Zulkifli Hasan juga menyempatkan diri mengunjungi Panti Al Hidayah Mabrur di kawasan Asemjajar, Surabaya. Dalam momentum Ramadan, ia berinteraksi langsung dengan anak-anak panti dalam suasana hangat dan sederhana.


“Pak Zulkifli Hasan ingin menyapa langsung anak-anak panti di Surabaya. Ini bagian dari kepedulian beliau, apalagi di bulan suci Ramadan,” kata Zuhrotul.


Menurutnya, kunjungan tersebut memberi semangat tersendiri bagi anak-anak panti karena dapat bertemu langsung dengan pejabat negara.
“Kunjungan ini sederhana, tetapi penuh makna. Anak-anak merasa diperhatikan,” tambahnya.


Momentum Ramadan, lanjut Zuhrotul, menjadi pengingat bahwa penguatan kebijakan pangan dan gizi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Pemerintah tidak hanya fokus pada aspek programatik, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *