Dilaporkan ke Polda Jatim, Mourin Chienci Bantah Menipu dan Klaim Sudah Bayar Rp 1,4 Miliar

SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Pengelola arisan Meow, Mourin Chienci Lintong, buka suara terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilayangkan Ara Herawati ke Polda Jawa Timur. Mourin membantah tuduhan tersebut dan mengklaim telah membayarkan Rp 1,4 miliar kepada Ara dari total transaksi arisan yang disebut mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.

Dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026), Mourin menjelaskan persoalan itu bermula ketika Ara mengikuti program arisan menurun. Namun, menurut Mourin, Ara kemudian berhenti melanjutkan pembayaran dan masih memiliki tanggungan kewajiban dalam skema tersebut.

“Pihak Ara sendiri sekarang sudah berhenti melanjutkan pembayaran arisan menurun. Ara juga ada tanggungan pembayaran di arisan menurun dan harus mengembalikan kepada saya,” ungkap Mourin.

Setelah mengikuti arisan menurun, Ara disebut mendaftar dalam program arisan flat sebanyak 13 slot. Mourin menyebut total nilai transaksi dari keikutsertaan tersebut mencapai sekitar Rp 1,9 miliar.

Mourin mengaku menemukan hal yang menurutnya perlu diklarifikasi setelah memeriksa rekening koran pribadi. Ia menyatakan dana yang masuk untuk keikutsertaan Ara ternyata ditransfer oleh seseorang bernama Juanda Kurniadi.

“Ternyata yang transfer itu Juanda Kurniadi. Saya tidak kenal dan tidak tahu siapa Juanda Kurniadi dan ada hubungan apa dia dengan Ara Herawati,” tuturnya.

Klaim Sudah Bayar Rp 1,4 Miliar

Mourin mengklaim telah menyalurkan dana sebesar Rp 1,4 miliar langsung ke rekening Ara. Ia menyebut masih terdapat selisih pembayaran sekitar Rp 600 juta dari total nilai transaksi yang disebut mencapai Rp 1,9 miliar.

Menurut Mourin, kendala pembayaran terjadi setelah puluhan peserta arisan lainnya tidak memenuhi kewajiban. Ia mengklaim terdapat 33 anggota yang meninggalkan tanggungan pembayaran dengan nilai kerugian lebih dari Rp 4,8 miliar.

“Terjadi kesulitan pembayaran karena saat itu ada anggota arisan yang kabur dan tidak membayar kewajiban, total sebanyak 33 orang dengan nilai kerugian lebih dari Rp 4,8 miliar,” paparnya.

Mourin menegaskan dirinya tidak berniat membawa kabur uang peserta. Ia mengaku masih berupaya menyelesaikan kewajiban pembayaran secara bertahap meskipun menghadapi kesulitan keuangan akibat tunggakan anggota lain.

Namun, upaya penyelesaian tersebut, menurut versinya, tidak menghentikan langkah Ara untuk melaporkannya ke kepolisian.

“Saya malah dilaporkan. Kalau dibilang saya mau menipu, tentu tidak saya bayarkan uang Rp 1,4 miliar ke dia. Seharusnya saya bayarkan ke Juanda Kurniadi. Malah Ara Herawati harus kembalikan ke saya Rp 1,3 miliar,” tegasnya.

Pertanyakan Asal Dana Transfer

Mourin juga mempertanyakan alasan Ara yang melaporkannya, sementara dana yang masuk ke rekeningnya, berdasarkan penelusuran rekening koran yang ia klaim, berasal dari Juanda Kurniadi.

“Saya heran kok bisa Juanda transfer ke saya segitu banyaknya. Ini juga yang saya tidak habis pikir, kok bukan Juanda yang punya uang melaporkan. Malah Ara,” ujarnya.

Sementara itu, penelusuran melalui jejaring profesional LinkedIn menunjukkan nama yang identik dengan Juanda Kurniadi terindikasi berkaitan dengan usaha industri bata ringan. Namun, identitas tersebut belum dapat dipastikan sebagai sosok yang dimaksud Mourin maupun kaitannya dengan transaksi arisan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, pihak Ara Herawati belum memberikan tanggapan atau konfirmasi resmi saat dihubungi.

Seluruh keterangan mengenai aliran dana, kewajiban pembayaran, serta dugaan kerugian dalam perkara ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Laporan dugaan penipuan dan penggelapan tersebut juga perlu dilihat berdasarkan bukti dan proses hukum yang berjalan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *