Mas Adi Sutarwijono di Mata Saroni Ketua PAC kec Sambikerep
Saroni SH Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sambikerep.
SARONI SH
KETUA PAC PDI PERJUANGAN KECAMATAN SAMBIKEREP
Surabaya ( KABAR SURABAYA) – Bagi saya, Adi Sutarwijono yang selalu saya panggil Mas Adi bukan sekadar Ketua DPRD Surabaya atau Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya periode 2019–2024. Beliau adalah guru politik, pengayom, sekaligus sosok yang selalu menguatkan di saat-saat sulit.
Sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sambikerep, saya merasakan langsung bagaimana Mas Adi memimpin tanpa sekat. Jabatan tinggi tidak pernah membuat beliau berjarak dari kader di bawah. Ia tetap sederhana, mudah dihubungi, dan selalu membuka ruang diskusi.
Memimpin partai besar di kota sebesar Surabaya tentu bukan perkara ringan. Tanggung jawab sebagai Ketua DPRD Surabaya dengan segala dinamika politik dan persoalan masyarakat yang kompleks jelas menyita energi. Namun di hadapan kami, beliau tak pernah memperlihatkan beban itu sebagai keluhan. Mas Adi memikulnya dengan tenang dan penuh tanggung jawab.
Ketika saya menghadapi tekanan dalam kerja-kerja politik di tingkat bawah, beliau pernah menepuk pundak saya dan berkata:
“Tetap semangat, Ron… Gusti Allah mboten sare.”
Kalimat itu sederhana, tetapi sangat dalam maknanya. Bagi saya, itu bukan hanya penyemangat, melainkan pegangan hidup. Bahwa dalam setiap proses dan perjuangan, selalu ada Tuhan yang melihat dan menilai.
Mas Adi membangun kader dengan kepercayaan, bukan dengan ketakutan. Jika ada kekurangan, beliau tidak pernah mempermalukan. Ia memilih mengajak duduk, berbicara pelan, dan memberi ruang untuk belajar. Dari situlah saya memahami bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan.
Bagi saya, beliau adalah sosok pengayom. Sosok yang ringan tangan. Sosok yang rendah hati dan selalu dekat dengan wong cilik. Mas Adi tidak pernah membangun jarak dengan rakyat. Ia hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai manusia yang mau mendengar, membantu, dan menguatkan.
Saya juga meyakini, kemenangan PDI Perjuangan di Sambikerep pada pemilu kemarin tidak lepas dari peran dan kerja keras beliau. Mas Adi tidak hanya memberi instruksi dari atas, tetapi sering turun langsung ke Kecamatan Sambikerep, menyapa kader, menguatkan struktur, dan menyemangati kami di lapangan. Kehadiran beliau menjadi energi tersendiri bagi perjuangan kami.
Kepergian Mas Adi pada Selasa malam (10/2/2026) meninggalkan duka yang mendalam. Bagi kami di Sambikerep, beliau bukan hanya pemimpin struktural, tetapi sosok yang mengayomi dan menguatkan secara pribadi.
Kini pesan itu terus terngiang di telinga saya:
“Tetap semangat, Ron… Gusti Allah mboten sare.”
InsyaAllah, Mas Adi. Kami akan tetap semangat. Kami akan terus menjaga amanah dan melanjutkan perjuangan yang panjenengan ajarkan.
Selamat jalan, Mas Adi.
Surga menantimu.
