DPRD Surabaya Apresiasi Revitalisasi Lapangan Karanggayam, Tapi Soroti Kualitas Rumput Sintetis
SURABAYA ( KABAR SURABAYA) – Komisi B DPRD Surabaya memberi apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Surabaya yang tengah merevitalisasi Lapangan Karanggayam. Namun, DPRD menyoroti pemilihan rumput sintetis yang dinilai kurang ideal untuk pembinaan atlet muda.
Anggota Komisi B, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengatakan bahwa meski pengerjaan revitalisasi sudah berjalan baik, penggunaan rumput sintetis bukan pilihan terbaik untuk pembinaan sepak bola.
“Memang kalau dibuat unsur pembinaan saya rasa kurang ya, karena sebetulnya sepak bola ini lapangannya lapangan rumput. Tapi kalau dibuat fun football, oke sintetis,” ujar Yuga di Surabaya, Selasa (2/12/2025).
Revitalisasi Berjalan 80 Persen
Sebelumnya, Pemkot Surabaya mengungkapkan bahwa progres revitalisasi Lapangan Karanggayam telah mencapai 80 persen. Lapangan seluas 10.492 meter persegi itu digarap menggunakan anggaran Rp10,8 miliar dan ditargetkan rampung pertengahan Desember 2025.
Kabid Bangunan Gedung DPRKPP Kota Surabaya, Iman Kristian, menjelaskan bahwa revitalisasi ini meliputi rekonstruksi total lapangan, mulai pelapisan dasar, perbaikan saluran, hingga penghamparan rumput sintetis berstandar FIFA.

Apresiasi Komisi B dan Harapan Yuga
Meski memberi catatan soal rumput sintetis, Yuga tetap mengapresiasi langkah pemerintah kota yang telah memperbaiki lapangan legendaris tersebut.
“Ya kami tahu mungkin dengan rumput sintetis perawatannya lebih gampang. Kami tetap apresiasi sudah ada langkah nyata dari Pemerintah Kota Surabaya dan perhatiannya. Ini kan satu kesatuan dengan Lapangan Karanggayam dan Wisma Karanggayam,” tutur politisi PSI itu.
Yuga menambahkan dirinya memiliki kedekatan emosional dengan kawasan Karanggayam. Ia mengenang masa ketika pertandingan Persebaya kelas 2 kerap digelar di lapangan tersebut.
“Ini salah satu apresiasi ya. Pemkot akhirnya merealisasi salah satu janjinya memperbaiki Lapangan Karanggayam. Semoga ke depannya jadi rumputnya rumput biasa, bukan sintetis,” ujarnya.
Dorong Fungsi Pembinaan dan Pembangunan Wisma Atlet
Lebih lanjut, Yuga mengingatkan bahwa secara historis Lapangan Karanggayam adalah pusat pembibitan dan pelatihan sepak bola, bukan sekadar arena fun football maupun komersial.
“Historinya lapangan Karanggayam itu pembibitan, pembinaan, pelatihan. Jadi bukan fun football saja,” katanya.
Ia juga menyarankan agar Pemkot mempertimbangkan pembangunan kembali Wisma Karanggayam sebagai fasilitas pendukung, seperti asrama atlet.
“Bisa digunakan sebagai asramanya atlet-atlet bola atau apa gimana, kan bisa,” tambahnya.
Yuga menegaskan bahwa Komisi B secara umum menyambut baik revitalisasi tersebut sebagai wujud perhatian Pemkot terhadap fasilitas olahraga di Surabaya.
“Intinya Komisi B menyambut baik revitalisasi Lapangan Karanggayam,” pungkasnya.
