DPRD Surabaya Pastikan Perbaikan Jalan Responsif, Proyek JLLB dan Akses Timur Dikebut 2026
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati
Surabaya ( Kabar Surabaya ) – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, menegaskan bahwa penanganan kerusakan jalan di Kota Pahlawan menjadi prioritas dan akan ditindaklanjuti secara cepat oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurut Aning, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas infrastruktur kota dengan aktif melaporkan jika menemukan jalan berlubang, retak, ambles, atau membahayakan pengguna. Ia mengimbau warga memanfaatkan layanan darurat 112 sebagai saluran resmi pengaduan.
“Layanan 112 itu responsnya cepat. Targetnya maksimal 1×24 jam laporan sudah ditangani, terutama untuk kerusakan yang membahayakan keselamatan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, pola kerja penanganan jalan kini bersifat responsif dan berbasis laporan. Setelah aduan masuk, petugas akan melakukan pengecekan lapangan dan menentukan jenis penanganan, baik perbaikan sementara maupun permanen sesuai tingkat kerusakan.
Di sisi lain, Aning mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya juga tengah memperkuat pembangunan infrastruktur jalan melalui alokasi anggaran signifikan dalam APBD 2026. Fokus pembangunan tidak hanya pada pemeliharaan rutin, tetapi juga pada peningkatan konektivitas antarwilayah.
Beberapa proyek strategis yang menjadi perhatian antara lain pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan barat Surabaya, serta pembukaan dan peningkatan akses jalan baru di Surabaya Timur guna menunjang pertumbuhan kawasan permukiman dan ekonomi.
“Dengan anggaran pembangunan yang cukup besar, kita ingin memastikan aksesibilitas antarwilayah semakin baik. JLLB dan pembangunan jalan di Surabaya Timur menjadi bagian dari prioritas tersebut,” terangnya.
Ia memastikan seluruh rencana pembangunan tersebut telah masuk dalam postur APBD 2026 sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai perencanaan.
“Insya Allah semuanya sudah kita cover dalam APBD 2026. Tinggal bagaimana pengawasan dan pelaksanaannya berjalan optimal,” pungkasnya.
